Kemahasiswaan Universitas — LKP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat kapasitas intelektual anggota melalui tiga materi pada hari kedua Diklat Forum UKM LKP2M PRA XXVIII, Minggu (4/10). Kegiatan di Ruang Auditorium Gedung D tersebut diikuti 90 peserta dengan fokus pada kepenulisan, penelitian, dan kajian.
Materi pertama, Pengantar Kepenulisan, disampaikan Hasnia Imroatis Syarifah. Peserta dibekali strategi mengembangkan karya tulis ilmiah (KTI) dan karya tulis populer (KTP).
Pembahasan juga mencakup teknik argumentasi CER, PREC, dan PEEL. Peserta mempelajari prinsip tesis, antitesis, dan sintesis serta penyusunan kalimat dan paragraf yang efektif, kohesif, dan koheren.
Hasnia menekankan bahwa menulis bukan sekadar menuangkan gagasan. Penulis perlu membangun hubungan antargagasan dan menyesuaikan penyampaiannya dengan karakter pembaca.
“Menulis adalah bagaimana menyusun ide, bagaimana membangun argumen, bagaimana menghubungkan satu gagasan dengan gagasan yang lain, dan bagaimana menyampaikannya sesuai dengan pembacanya.”
Materi kedua membahas Pengantar Penelitian bersama Rifka Arifatul Choridah, S.Pd., Wisudawati Berprestasi FITK UIN Malang 2025 sekaligus Pelatih UKM LKP2M. Peserta mengenal hakikat, karakteristik, dan paradigma penelitian serta pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed methods.
Pembahasan kemudian diarahkan pada ruang lingkup penelitian serta tahapan penyusunan proposal penelitian ilmiah. Rifka menekankan posisi penelitian sebagai proses yang membantu mahasiswa mempertajam kemampuan berpikir sekaligus menunjang kehidupan akademik.
“Through research, sharpening your mind and easing your academic life.”
Sesi ketiga menghadirkan Abdul Latif AA untuk membahas Pengantar Kajian. Materi mengarahkan peserta memahami kajian sebagai proses berpikir rasional dan kritis dalam membaca sebuah fenomena.
Peserta diperkenalkan dengan analisis fenomena, wacana kritis, dan studi literatur. Materi juga membahas model kajian induktif dan deduktif hingga pengembangan hasil kajian menjadi policy brief dan narasi publik.
Abdul Latif menjelaskan perbedaan mendasar antara produk kajian dan penelitian dari sisi tujuan serta keluarannya.
“Hal yang membedakan secara mendasar kegunaan dan output antara produk kajian dan penelitian adalah kajian untuk memproduksi wacana praktis yang bersifat naratif, sedangkan penelitian fokus pada metodologi dan validitas.”
Ketiga sesi berlangsung secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan latihan praktik. Pola tersebut memberi peserta kesempatan untuk menguji pemahaman sekaligus menghubungkan materi dengan proses kerja intelektual di LKP2M.
Rangkaian hari kedua Diklat Forum UKM LKP2M PRA XXVIII mempertemukan tiga kemampuan yang saling berkaitan: menyusun gagasan, membangun pengetahuan melalui penelitian, dan membaca persoalan secara kritis. Bekal tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk anggota LKP2M yang mampu mengolah gagasan menjadi tulisan, penelitian, maupun kajian yang relevan.





