Kemahasiswaan Universitas — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan babak semifinal dan final Saqoyyah VII Tahun 2026 pada Sabtu (3/10/2026) di Gedung C UIN Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 95 peserta yang merupakan pelajar tingkat SMA/MA dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui tiga cabang perlombaan, Saqoyyah VII menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan keislaman, penguasaan bahasa Arab, serta keterampilan berdakwah.
Saqoyyah VII merupakan kompetisi keislaman tingkat nasional yang mencakup tiga cabang lomba, yakni Olimpiade Pendidikan Agama Islam (OLPAI), Olimpiade Nahwu Shorof (ONS), dan lomba Da’i/Da’iyah. Ketiga cabang tersebut dirancang untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan peserta dalam memahami ilmu keislaman, menguasai kaidah bahasa Arab sebagai dasar membaca kitab, serta menyampaikan pesan-pesan dakwah secara baik dan meyakinkan.
Sebelum memasuki babak semifinal dan final, para peserta terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan secara daring. Tahapan ini memberikan kesempatan kepada pelajar dari berbagai daerah untuk berpartisipasi tanpa terkendala jarak. Peserta yang berhasil lolos seleksi kemudian mengikuti babak semifinal dan final secara luring di UIN Malang untuk memperebutkan gelar juara pada setiap cabang perlombaan.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.10 WIB dengan registrasi peserta semifinal yang dilanjutkan dengan acara pembukaan di Aula Gedung C. Pembukaan resmi dimulai pukul 06.40 WIB oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video Saqoyyah dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Haidar Ali Yafi. Seluruh hadirin turut menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne PAI sebagai bagian dari rangkaian pembukaan.
Dalam sesi sambutan, Ketua Pelaksana Mohammad Hamka Daud dan Ketua HMPS PAI Dzia Ul Haq menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi tersebut. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Dr. Laily Nur Arifa, M.Pd., yang sekaligus membuka kegiatan Stadium General dan meresmikan pelaksanaan acara. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa dan sesi foto bersama.
Setelah pembukaan, panitia melalui sie lomba menyampaikan petunjuk teknis pelaksanaan semifinal kepada peserta. Pada pukul 08.40 WIB, peserta menuju ruang perlombaan masing-masing. Semifinal OLPAI dan ONS dilaksanakan di ruang kelas selama dua jam, sedangkan semifinal lomba Da’i/Da’iyah berlangsung di Aula Gedung C dengan penilaian dari tiga orang juri. Selama perlombaan berlangsung, panitia juga membagikan konsumsi kepada peserta dan pendamping.
Usai semifinal, peserta diberikan waktu untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah salat. Pada saat yang sama, sie pengawas dan sie lomba melakukan koreksi lembar jawaban serta merekapitulasi nilai dari para juri untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke babak final. Pengumuman finalis OLPAI dan ONS disampaikan melalui pembawa acara nonformal menjelang tengah hari.
Babak final kemudian berlangsung secara bertahap. Final ONS dimulai pukul 12.20 WIB hingga sekitar pukul 13.50 WIB, dilanjutkan dengan final OLPAI pada pukul 14.00–16.00 WIB di Aula Gedung C. Pada tahap ini, para finalis kembali menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam persaingan yang berlangsung secara langsung, dengan dukungan penonton dan pendamping yang turut menyaksikan jalannya perlombaan.
Setelah seluruh penilaian final direkapitulasi, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tari pada pukul 16.20 WIB. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian hiburan sebelum memasuki puncak acara, yakni pengumuman pemenang pada pukul 16.35 WIB. Panitia mengumumkan peraih Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1, dan Harapan 2 pada setiap cabang perlombaan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan dan usaha yang telah ditunjukkan para peserta.
Seluruh rangkaian semifinal dan final Saqoyyah VII Tahun 2026 berakhir pada pukul 17.05 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses check-out peserta dan pendamping. Melalui penyelenggaraan kompetisi ini, HMPS PAI UIN Malang berupaya memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi akademik dan keislaman, memperluas pengalaman berkompetisi, serta membangun keberanian dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan.
Saqoyyah VII diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi positif bagi masyarakat melalui pemahaman agama dan dakwah yang berorientasi pada kemaslahatan.





