MIU Login

Upgrading DEMA FST: Membangun Fondasi Kepemimpinan yang Adaptif dan Berorientasi Sistem

شؤن الطلبة الجامعة — dinamika organisasi mahasiswa kerap dihadapkan pada tuntutan profesionalitas yang semakin kompleks, sementara kesiapan internal pengurus tidak selalu bergerak seiring dengan eskalasi tersebut. Di titik inilah Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (DEMA FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menempatkan kegiatan upgrading sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sejak awal masa kepengurusan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 11–12 April 2026 di Bedengan Camping Ground, Selorejo, Dau, Kabupaten Malang ini diikuti seluruh pengurus DEMA FST tahun 2026. Bukan sekadar agenda pembuka, upgrading diarahkan sebagai ruang pembentukan kerangka berpikir organisasi yang sistematis, sekaligus respons terhadap kebutuhan akan kepemimpinan yang adaptif di lingkungan fakultas berbasis sains dan teknologi.

Secara substantif, kegiatan ini menempatkan penguatan manajemen organisasi sebagai fokus utama. Materi yang disampaikan tidak berhenti pada tataran teknis, melainkan menyentuh aspek strategis seperti controlling program kerja, tata kelola administrasi dan keuangan, hingga pengelolaan dinamika internal organisasi. Pendekatan ini memperlihatkan upaya serius dalam membangun standar kerja yang lebih terukur dan akuntabel.

Rangkaian kegiatan dirancang interaktif untuk mendorong partisipasi aktif pengurus. Dimulai dari briefing dan fun riding yang berfungsi membangun kohesi awal, dilanjutkan dengan sesi formal seperti opening ceremony dan sosialisasi program kerja oleh Departemen Dalam Negeri. Di sisi lain, penyisipan games dan ice breaking bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen untuk memperkuat komunikasi interpersonal yang kerap menjadi titik lemah dalam organisasi mahasiswa.

Pada hari kedua, penekanan bergeser pada aspek kepemimpinan dan orientasi nilai. Materi yang disampaikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DEMA FST menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan kolektif yang tidak hanya berorientasi pada output program, tetapi juga pada keberlanjutan dampak. Hal ini diperkuat dengan arahan dari Wakil Dekan III yang menempatkan organisasi mahasiswa sebagai mitra strategis fakultas dalam mendukung ekosistem akademik.

Narasumber kegiatan, Dr. Akyunul Jannah, S.Si., M.P., menegaskan bahwa kualitas pengurus tidak semata diukur dari kemampuan teknis. “Pengurus yang baik adalah mereka yang mampu berkembang secara pribadi, dan hadir dengan kontribusi nyata bagi mahasiswa, sehingga dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi mahasiswa dan lingkungan yang lebih luas,” ujarnya. Pernyataan ini mengandung pesan bahwa transformasi organisasi harus dimulai dari transformasi individu.

Ketua DEMA FST, Annas Syaifulloh, menempatkan upgrading sebagai pijakan awal untuk membangun sinergi internal. Ia memandang bahwa soliditas tim menjadi prasyarat bagi terciptanya program kerja yang relevan dan berdampak. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang organisasi.

Dari perspektif kelembagaan, upgrading DEMA FST merepresentasikan upaya pembenahan sistem organisasi mahasiswa yang lebih terstruktur. Penguatan kapasitas pengurus sejak awal berimplikasi pada meningkatnya kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kerja. Ini sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi dalam mendorong organisasi mahasiswa yang tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga unggul dalam tata kelola.

Ke depan, model pembinaan semacam ini berpotensi menjadi rujukan dalam pengembangan organisasi mahasiswa di tingkat fakultas maupun universitas. Integrasi antara penguatan kapasitas individu, sistem organisasi, dan orientasi dampak membuka peluang bagi kontribusi yang lebih signifikan terhadap pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif dan berkelanjutan.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait