MIU Login

Pelatihan LSO Media Kreatif KOPMA Padang Bulan Perkuat Literasi Digital Mahasiswa

Kemahasiswaan Universitas — Arus deras konten digital menempatkan mahasiswa pada persimpangan: menjadi konsumen pasif atau produsen yang bernilai. Menjawab tantangan tersebut, Koperasi Mahasiswa Padang Bulan menginisiasi Pelatihan LSO Media Kreatif sebagai langkah strategis membangun kapasitas produksi konten yang terarah dan berdaya saing.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026 di Gedung B UIN Malang ruang 102 ini menghadirkan ruang belajar yang tidak sekadar teknis, tetapi juga reflektif. Dengan jumlah peserta terbatas, yakni 14 orang, pelatihan dirancang lebih intensif agar setiap individu memperoleh pengalaman langsung dalam memahami ekosistem kreatif digital, mulai dari konseptualisasi hingga publikasi.

Di tengah kecenderungan media sosial yang sering dipersepsikan sebagai ruang instan, pelatihan ini justru membongkar realitas di balik layar. Narasumber, Muhammad Lukman Hakim, menekankan bahwa konten yang tampak sederhana sesungguhnya melalui proses panjang yang melibatkan perencanaan matang, produksi yang detail, serta evaluasi berkelanjutan. Perspektif ini menjadi penting agar mahasiswa tidak terjebak pada hasil akhir, melainkan memahami proses sebagai inti pembelajaran kreatif.

“Dalam membuat konten, yang paling penting bukan hanya ide, tetapi keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk terus berkarya. Banyak konten yang berhasil lahir dari proses mencoba dan belajar dari kesalahan,” ujar Muhammad Lukman Hakim, menegaskan bahwa kreativitas lahir dari keberanian menghadapi ketidakpastian.

Pelatihan ini sekaligus menegaskan pergeseran paradigma dalam aktivitas organisasi mahasiswa. KOPMA Padang Bulan tidak lagi semata bergerak pada ranah ekonomi koperasi konvensional, tetapi mulai merambah penguatan literasi digital sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia. Ketua organisasi, Muhammad Auliya Akbar, melihat media kreatif sebagai instrumen penting dalam membangun citra, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang kewirausahaan berbasis konten.

Secara kelembagaan, langkah ini mencerminkan upaya integratif antara kebutuhan praktis mahasiswa dan arah kebijakan pendidikan tinggi yang menuntut adaptasi terhadap transformasi digital. Penguasaan media kreatif tidak hanya relevan untuk kebutuhan komunikasi organisasi, tetapi juga menjadi kompetensi lintas disiplin yang mendukung kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Lebih jauh, pelatihan ini berkontribusi pada penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengabdian berbasis keterampilan kontekstual. Mahasiswa didorong untuk tidak berhenti pada konsumsi informasi, melainkan mampu memproduksi konten yang informatif, edukatif, dan bernilai sosial.

Ke depan, inisiatif semacam ini berpotensi menjadi model pengembangan organisasi mahasiswa yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan membangun budaya kreatif yang konsisten dan berbasis proses, kampus tidak hanya melahirkan lulusan yang cakap akademik, tetapi juga individu yang mampu berkontribusi dalam lanskap digital secara produktif dan bertanggung jawab.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait