MIU Login

SEMA UIN Malang Ikut Rumuskan Sikap Nasional dalam Konsolidasi PTKIN se-Indonesia

Kemahasiswaan Universitas — Konsolidasi mahasiswa lintas PTKIN memasuki tahap paling strategis pada Kamis (21/5/2026). Setelah dua hari bertukar gagasan dan memetakan persoalan daerah, peserta dari 33 kampus menyepakati press release nasional yang menyoroti isu agraria, pembukaan lahan hijau secara berlebihan, serta perlindungan hak-hak mahasiswa. Forum yang berlangsung di UIN Walisongo Semarang tersebut turut dihadiri SEMA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai bagian dari Aliansi SEMA PTKIN se-Indonesia.

Hari ketiga konsolidasi difokuskan pada perumusan sikap bersama terhadap berbagai persoalan yang berkembang di sejumlah daerah. Berbagai temuan dan aspirasi yang sebelumnya disampaikan oleh masing-masing delegasi dikompilasi menjadi rekomendasi kolektif yang ditujukan kepada pemerintah pusat sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan.

Persoalan agraria menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian serius dalam forum tersebut. Selain itu, peserta juga menyoroti semakin masifnya alih fungsi lahan hijau yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial dan lingkungan dalam jangka panjang. Di sisi lain, forum juga mengangkat berbagai persoalan yang berkaitan dengan ruang gerak mahasiswa serta perlindungan hak-hak sipil dalam kehidupan demokrasi.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diwarnai penyampaian orasi oleh Koordinator Pusat Aliansi SEMA PTKIN se-Indonesia yang membacakan hasil rumusan bersama peserta. Orasi tersebut menjadi representasi suara mahasiswa PTKIN dari berbagai wilayah yang selama tiga hari terlibat dalam diskusi, pertukaran gagasan, dan penyusunan rekomendasi kebijakan.

Ketua SEMA Universitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Shidqi Amru, menilai konsolidasi nasional ini memberikan pengalaman berharga sekaligus memperluas perspektif mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Indonesia.

“Momen ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami. UIN dari seluruh Indonesia berkumpul dalam satu ruang diskusi untuk membahas berbagai persoalan yang ada di daerah masing-masing sekaligus melakukan pertukaran ilmu dan wawasan mengenai tata kelola organisasi kemahasiswaan di kampus,” ujarnya.

Menurutnya, forum nasional semacam ini tidak hanya memperkuat jaringan antar-Senat Mahasiswa PTKIN, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap memiliki peran strategis sebagai mitra kritis yang aktif menyuarakan kepentingan publik melalui pendekatan intelektual dan dialogis.

Melalui konsolidasi nasional ini, SEMA UIN Malang bersama Aliansi SEMA PTKIN se-Indonesia berharap berbagai rekomendasi yang telah dirumuskan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kebijakan. Lebih dari itu, forum tersebut mempertegas komitmen mahasiswa untuk terus mengawal isu-isu strategis bangsa sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi kontrol sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:

Instagram | Facebook | TikTok
@kemahasiswaanuinmlg

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait