MIU Login

Pramuka UIN Malang Lepas Delegasi Lomba Lewat Prosesi Adat Bernilai Filosofi

Kemahasiswaan Universitas — Pelepasan delegasi perlombaan biasanya berlangsung dalam bentuk seremoni formal dan sambutan singkat. Namun, UKM Pramuka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memilih pendekatan berbeda dengan menghadirkan prosesi pengadatan sebagai bagian dari pelepasan delegasi lomba Universitas Wijaya Putra pada Jumat, 8 Mei 2026, di depan Gedung Sport Center.

Kegiatan tersebut diikuti 22 peserta dan menjadi ruang reflektif bagi organisasi dalam memaknai keberangkatan delegasi, bukan sekadar sebagai ajang kompetisi, melainkan amanah yang membawa nama baik institusi. Dua delegasi yang ditugaskan mewakili UKM Pramuka UIN Malang ialah Muhamad Raihan Anwari dan Fina Fiaf Al Kholilah.

Suasana khidmat terasa sejak prosesi dimulai. Para peserta berdiri membentuk lingkaran mengelilingi gentong gerabah berisi air bunga setaman yang diletakkan di tengah arena upacara. Tata prosesi yang sederhana namun sarat makna itu menghadirkan nuansa kontemplatif yang jarang ditemui dalam pelepasan delegasi organisasi mahasiswa.

Siraman bunga setaman menjadi inti kegiatan sekaligus simbol penyucian diri lahir dan batin bagi delegasi sebelum menjalankan tugas organisasi. Tradisi tersebut dimaknai sebagai bentuk penguatan mental dan penanaman tanggung jawab moral agar peserta mampu menjaga sikap, integritas, serta semangat pengabdian selama mengikuti perlombaan.

Pendekatan semacam ini memperlihatkan bagaimana organisasi mahasiswa mulai menghidupkan nilai-nilai budaya dan filosofis dalam proses kaderisasi maupun pembinaan anggota. Upacara tidak lagi dipahami sekadar formalitas, tetapi sebagai medium pendidikan karakter yang membangun kesiapan emosional dan spiritual anggota.

Pembina UKM Pramuka UIN Malang, Ulfatun Na’imah, menegaskan bahwa Pramuka memiliki ruang pengembangan yang luas bagi mahasiswa. “Pramuka itu tidak hanya berkembang di bidang pramuka saja tetapi pramuka itu fleksibel, kita bisa berkembang di bidang mana pun melalui pramuka,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas kepramukaan di perguruan tinggi diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang adaptif dan mampu berkembang di berbagai bidang. Kompetisi yang diikuti delegasi dipandang sebagai sarana pembelajaran untuk mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, sekaligus membangun kepercayaan diri di ruang eksternal kampus.

Di bawah kepemimpinan Hartadin Barkah, UKM Pramuka terus mendorong pembinaan anggota melalui pendekatan yang menggabungkan nilai tradisi, solidaritas, dan pengembangan kapasitas diri. Pola ini menjadi bagian dari upaya menjaga identitas organisasi sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika generasi mahasiswa saat ini.

Melalui prosesi pengadatan pelepasan delegasi, UKM Pramuka UIN Malang memperlihatkan bahwa pendidikan organisasi dapat dibangun melalui simbol, nilai, dan pengalaman yang membekas secara emosional. Dari lingkaran sederhana di depan Sport Center, semangat tanggung jawab dan penghormatan terhadap proses terus diwariskan kepada anggota muda organisasi.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait