MIU Login

Lomba Qasidah Rebana Perdana UKM Seni Religius Jadi Ruang Pelestarian Seni Islami dan Penguatan Jejaring Masyarakat

Kemahasiswaan Universitas — Di tengah derasnya arus budaya populer digital, ruang-ruang pelestarian seni Islami berbasis tradisi mulai menghadapi tantangan regenerasi dan minimnya panggung apresiasi. Situasi tersebut mendorong UKM Seni Religius UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan Lomba Qasidah Rebana pada Minggu, 24 Mei 2026 di Aula Gedung C sebagai upaya mempertemukan semangat dakwah, seni, dan penguatan budaya Islam dalam satu ruang kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi ajang perdana yang diselenggarakan UKM Seni Religius dengan mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Prestasi dalam Harmoni Islami”. Kompetisi tersebut tidak sekadar menghadirkan hiburan bernuansa religi, tetapi juga memperkuat eksistensi seni qasidah rebana sebagai bagian dari warisan budaya Islam yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Menariknya, antusiasme peserta justru banyak datang dari kalangan ibu-ibu majelis dan masyarakat umum dari berbagai daerah. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa seni rebana masih memiliki ruang hidup yang kuat di tengah masyarakat serta mampu menjadi media perekat sosial lintas generasi. Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan keterhubungan kampus dengan komunitas masyarakat dalam menjaga tradisi keislaman berbasis budaya.

Selama perlombaan berlangsung, setiap grup menampilkan harmoni vokal, ketepatan irama rebana, serta penghayatan syair islami yang beragam. Suasana kompetisi berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan, menjadikan aula kegiatan tidak hanya sebagai ruang perlombaan, tetapi juga ruang silaturahmi budaya dan dakwah.

Adapun hasil perlombaan menempatkan Qasidah Putri Sunan Prapen asal Gresik sebagai Juara 1, disusul Sabilil Hikmah dari Pasuruan sebagai Juara 2, serta Evren Moza Ay Vah asal Surabaya sebagai Juara 3. Sementara Harapan 1 diraih Grup PASQI dari Gresik dan Harapan 2 diperoleh New Sabilul Jannah dari Gresik.

Narasumber kegiatan, Moch Rizki Mustopa Ramli, menyampaikan bahwa kegiatan seni Islami perlu terus dikembangkan sebagai ruang pembinaan bakat sekaligus media syiar yang dekat dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan mahasiswa terhadap Al-Qur’an sekaligus mengembangkan bakat di bidang seni kaligrafi Islami,” ujarnya.

Meski demikian, pelaksanaan lomba qasidah rebana juga menjadi penanda bahwa kampus memiliki posisi penting dalam menjaga kesinambungan tradisi seni Islami agar tidak terputus oleh perubahan zaman. Dari ruang-ruang sederhana seperti kompetisi rebana, nilai kebersamaan, dakwah, dan pelestarian budaya terus dirawat sebagai bagian dari penguatan ekosistem kemahasiswaan berbasis nilai keislaman dan kebudayaan.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait