MIU Login

Bekali Mahasiswa Baru, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang Tekankan Ketekunan sebagai Kunci Kesuksesan

Kemahasiswaan Universitas — Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Associate Professor Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang 2026. Dalam pemaparannya, Basri menekankan pentingnya ketekunan, kesesuaian minat, serta kemampuan membangun relasi akademik sebagai bagian dari perjalanan mahasiswa menuju kesuksesan.

Basri menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata ditentukan oleh pilihan program studi yang dianggap favorit. Menurutnya, anggapan bahwa program studi yang tidak banyak diminati akan memiliki peluang masa depan yang lebih kecil tidak selalu memiliki korelasi yang signifikan dengan kesuksesan seseorang.

“Yang membuat Anda bahagia dan yang membuat Anda sukses sebenarnya adalah satu, yaitu ketekunan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu menjalani bidang yang dipilih dengan sungguh-sungguh. Ketekunan dalam belajar, berdiskusi, berdialog, serta terus mengembangkan kemampuan menjadi modal penting untuk menghadapi dinamika dunia akademik maupun dunia kerja.

Basri kemudian memberikan ilustrasi mengenai pilihan program studi. Ia mencontohkan seseorang yang memiliki cita-cita menjadi dokter karena melihat profesi tersebut sebagai pekerjaan yang bergengsi dan memiliki penghasilan besar. Namun, apabila yang bersangkutan tidak memiliki ketertarikan dan kesiapan untuk menjalani bidang kedokteran, cita-cita tersebut berpotensi tidak dapat diwujudkan.

“Kalau Anda memaksakan diri tidak punya passion, maka Anda bisa gagal di tengah jalan,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu mengenali kemampuan dan minat dirinya sebelum menentukan bagaimana menjalani proses akademik. Pilihan program studi tidak seharusnya hanya didasarkan pada popularitas atau anggapan mengenai prospek pekerjaan.

Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak merasa rendah diri apabila berada pada program studi yang tidak banyak diminati. Popularitas sebuah program studi, kata Basri, dapat berubah mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.

“Kalaupun jurusan Anda tidak favorit, tidak banyak diminati orang, tetapi kalau Anda tekuni dengan baik, Anda belajar dengan baik, berdiskusi, berdialog, insyaallah akan memberikan masa depan yang baik. Saya yakin,” tuturnya.

Lebih lanjut, Basri menjelaskan bahwa perkembangan program studi bersifat fluktuatif. Program studi yang saat ini dianggap paling diminati belum tentu memiliki posisi yang sama beberapa tahun mendatang. Sebaliknya, bidang yang saat ini belum banyak diminati dapat berkembang seiring perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya berorientasi pada label program studi favorit, tetapi juga membangun kompetensi yang kuat selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Selain ketekunan, Basri menekankan pentingnya membangun relasi selama berada di lingkungan kampus. Relasi tersebut mencakup hubungan dengan sesama mahasiswa maupun dengan dosen.

Khusus dalam membangun komunikasi dengan dosen, ia mengingatkan mahasiswa agar memahami etika komunikasi akademik. Menurutnya, komunikasi dengan dosen tidak dapat disamakan dengan komunikasi antarteman. Mahasiswa perlu menggunakan bahasa yang santun, tepat, dan menunjukkan penghormatan kepada dosen.

Ia mencontohkan ketika mahasiswa hendak menghubungi dosen pembimbing. Menurutnya, mahasiswa perlu memperhatikan pilihan kata dan cara menyampaikan maksud agar komunikasi berlangsung dengan baik dan tetap mencerminkan etika akademik.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pembekalan mahasiswa baru dalam rangkaian PBAK UIN Malang 2026. Memasuki kehidupan perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu membangun karakter, ketekunan, kemampuan berkomunikasi, serta jejaring yang dapat mendukung perjalanan akademik dan profesional mereka.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru UIN Malang diharapkan mampu menjalani proses pendidikan dengan penuh kesungguhan, tidak mudah terpengaruh oleh anggapan mengenai program studi favorit, serta terus mengembangkan potensi diri sesuai bidang yang dipilih. Dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar, setiap mahasiswa memiliki peluang untuk membangun masa depan yang baik melalui bidang yang ditekuninya.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait