MIU Login

Ujian Badge dan Sabuk Pagar Nusa UIN Malang Jadi Ruang Pembentukan Mental dan Loyalitas Organisasi

Kemahasiswaan Universitas — Dalam organisasi berbasis bela diri, pencapaian tingkatan tidak sekadar ditandai dengan pergantian atribut. Di balik badge dan sabuk yang dikenakan, terdapat proses pembinaan disiplin, ketahanan mental, serta komitmen terhadap nilai organisasi. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Ujian Pengambilan Badge dan Sabuk yang diselenggarakan UKM Pencak Silat Pagar Nusa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 9–10 Mei 2026 di lingkungan kampus UIN Malang.

Kegiatan yang diikuti 29 peserta itu menjadi tahapan evaluasi bagi anggota sebelum dinyatakan layak mengenakan badge dan sabuk Pagar Nusa. Proses pengujian dilakukan sebagai bentuk penilaian terhadap kesiapan anggota, baik dari aspek kemampuan dasar pencak silat maupun kedisiplinan selama mengikuti pembinaan organisasi.

Bagi UKM Pagar Nusa, ujian kenaikan tingkat bukan sekadar formalitas organisasi. Setiap anggota dituntut memahami bahwa atribut yang dikenakan membawa tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik organisasi, menjunjung sportivitas, serta aktif berkontribusi dalam kegiatan kemahasiswaan.

Selain menguji kemampuan teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter anggota yang lebih siap menghadapi dinamika organisasi. Ketahanan fisik, konsistensi latihan, hingga kemampuan menjaga etika menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kader di lingkungan UKM bela diri.

Narasumber kegiatan, M. Arief Hidayatullah, menegaskan bahwa proses pembinaan dalam organisasi harus melahirkan mahasiswa yang siap berkembang dan mengabdi. “Menjadi mahasiswa yang siap berorganisasi dan mengabdi pada UKM Pagar Nusa,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan di UKM Pagar Nusa tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga penguatan loyalitas, tanggung jawab, dan jiwa pengabdian mahasiswa terhadap organisasi.

Di bawah kepemimpinan Muhammad Thoriq Aziz, UKM Pagar Nusa terus mendorong proses kaderisasi yang menekankan keseimbangan antara kemampuan teknis dan pembentukan karakter. Pendekatan tersebut dinilai penting agar organisasi mampu melahirkan anggota yang tangguh secara fisik sekaligus matang dalam sikap dan kepemimpinan.

Melalui ujian pengambilan badge dan sabuk, UKM Pencak Silat Pagar Nusa berupaya menjaga kualitas kaderisasi organisasi secara berkelanjutan. Dari proses latihan hingga pengujian, mahasiswa dibentuk untuk memahami bahwa pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bertarung, tetapi juga tentang disiplin, pengabdian, dan tanggung jawab dalam kehidupan berorganisasi.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait