MIU Login

Tiga Bekal Mahasiswa UIN Malang: Pesan Wakil Rektor Bidang AUPK, Cerdas, Cerdik, dan Cendekia

Kemahasiswaan Universitas — Menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan menguasai teori di ruang kuliah. Ada kemampuan membaca persoalan, keberanian mengambil peran, dan kemauan memberi manfaat bagi orang lain yang juga perlu ditempa sejak awal. Pesan itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maulana Malik Ibrahim MalangDr. Zainal Habib, M.Hum., kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.

Di hadapan mahasiswa baru, Zainal merangkum bekal yang perlu dibawa selama menempuh pendidikan tinggi dalam tiga kata: cerdas, cerdik, dan cendekia.

“Mahasiswa UIN Malang jangan ada yang lemot. Kita calon-calon pemimpin peradaban, calon-calon pemimpin di Indonesia harus cerdas,” ujarnya.

Baginya, kecerdasan mahasiswa tidak boleh berhenti pada kemampuan memahami materi perkuliahan. Mahasiswa dituntut mampu memaksimalkan seluruh potensi yang ada, baik yang berasal dari dalam dirinya maupun lingkungan di sekitarnya.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa baru untuk tidak menyia-nyiakan berbagai ruang pembelajaran di kampus, termasuk organisasi mahasiswa. Organisasi intra maupun ekstra kampus, menurutnya, dapat menjadi tempat untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas pengalaman.

Di titik inilah mahasiswa, menurutnya, perlu mulai menyadari posisi mereka sebagai bagian dari agen perubahan. Kehidupan kampus bukan sekadar perjalanan menuju gelar akademik, melainkan proses mempersiapkan diri untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Bekal terakhir adalah menjadi cendekia. Istilah ini, kata Zainal tidak berhenti pada kecakapan intelektual. Seorang cendekia harus mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Cendekia itu bermanfaat bagi temannya, bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” tuturnya.

Pesan tersebut kemudian Zainal Tarik ke wilayah yang lebih mendasar: spiritualitas. Di tengah padatnya aktivitas akademik dan organisasi, mahasiswa diminta tetap memiliki pijakan nilai dan hubungan dengan Tuhan.

Ia mengajak mahasiswa untuk menghadirkan hikmah dalam setiap proses yang dijalani. Termasuk ketika menghadapi rasa lelah, tekanan, maupun berbagai persoalan selama berada di kampus.

Di tengah pesan tentang pembentukan karakter mahasiswa, Wakil Rektor Bidang AUPK juga menyampaikan perkembangan fasilitas pembelajaran UIN Malang.

Ia memastikan pengembangan infrastruktur kampus terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan program studi dan perkembangan teknologi informasi. Upaya tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari ikhtiar universitas untuk menyediakan lingkungan belajar yang semakin memadai bagi mahasiswa.

UIN Malang, lanjutnya, memiliki beberapa kawasan kampus yang dikembangkan sesuai fungsi masing-masing. Kampus 1 menjadi pusat aktivitas utama universitas, Kampus 2 diperuntukkan antara lain bagi program pascasarjana dan Fakultas Ushuluddin, sementara Kampus 3 menjadi kawasan pengembangan yang juga menaungi Fakultas Kedokteran.

Salah satu pekerjaan besar yang masih terus diupayakan adalah pembangunan rumah sakit pendidikan. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang kebutuhan pembelajaran Fakultas Kedokteran di Kampus 3.

Ia menegaskan, pengembangan kampus tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan. Diperlukan kerja bersama seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat UIN Malang.

“Selama kita dan seluruh pimpinan yang ada di UIN Malang mau bekerja sama, mau berpikir, mau bergerak,” katanya.

Pesan itu sekaligus menjadi ajakan kepada mahasiswa baru untuk melihat UIN Malang bukan sekadar sebagai tempat menempuh pendidikan, tetapi sebagai ruang untuk tumbuh. Kampus menyediakan fasilitas dan lingkungan pembelajaran; sementara mahasiswa memiliki tugas untuk memaksimalkan kesempatan tersebut.

Pada akhirnya, tiga kata yang disampaikan Wakil Rektor Bidang AUPK; cerdas, cerdik, dan cendekia menjadi gambaran tentang mahasiswa yang ingin dibentuk UIN Malang: memiliki kapasitas intelektual, mampu membaca persoalan, sekaligus membawa ilmu yang dimiliki agar berguna bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait