Kemahasiswaan Universitas — Kepedulian sosial menjadi nilai yang terus dihidupkan dalam kehidupan mahasiswa. Komitmen tersebut diwujudkan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui SAKURA (Santunan Kasih untuk Rakyat) yang digelar di Panti Asuhan Sunan Ampel Kota Malang pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini melibatkan 36 peserta sebagai bentuk penguatan karakter sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.
SAKURA merupakan program yang dirancang untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat. Bagi HMPS PBA, penguasaan ilmu tidak cukup berhenti di ruang perkuliahan, tetapi perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Semangat tersebut sejalan dengan upaya membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kesalehan sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan HMPS PBA serta pengurus Panti Asuhan Sunan Ampel. Memasuki agenda utama, panitia menyerahkan santunan kepada anak-anak panti sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap sesama. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi yang berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan.
Ketua HMPS PBA, Kevin William, menuturkan bahwa SAKURA bukan sekadar agenda berbagi, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian yang tumbuh melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.
Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Romi Faslah, M.Si., mengapresiasi inisiatif HMPS PBA yang menghadirkan pengabdian sosial sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.
“Kegiatan sosial seperti SAKURA menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengembangkan kapasitas akademik, tetapi juga mengasah kepekaan sosial. Nilai kepedulian, empati, dan semangat berbagi merupakan karakter penting yang perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi,” ujarnya.
Melalui SAKURA, HMPS PBA memperlihatkan bahwa organisasi kemahasiswaan dapat menjadi ruang pembelajaran yang menghadirkan keseimbangan antara pengembangan intelektual dan tanggung jawab sosial. Komitmen tersebut diharapkan terus melahirkan mahasiswa yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya pengabdian di lingkungan kampus.





