MIU Login

Membaca Desa Secara Ilmiah, MAPALA TURSINA Bekali Anggota dengan Sosiologi Pedesaan

Kemahasiswaan Universitas — Aktivitas lapangan yang dilakukan organisasi pecinta alam tidak hanya menuntut kemampuan teknis menjelajah medan, tetapi juga pemahaman terhadap masyarakat yang hidup di sekitar kawasan yang dikunjungi. Hal ini mendorong UKM Mapala Tursina menggelar Pematerian Sosiologi Pedesaan di Sekretariat, Ahad (7/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB itu menghadirkan Fairuz In’am Pratama sebagai pemateri dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas anggota dalam memahami realitas sosial masyarakat pedesaan. Materi ini dinilai penting mengingat berbagai kegiatan lapangan yang dilakukan anggota sering kali bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat lokal.

Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada konsep dasar sosiologi pedesaan sebagai cabang ilmu yang mengkaji struktur sosial, pola interaksi, serta berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan masyarakat desa. Pemahaman tersebut menjadi fondasi penting agar anggota mampu melihat desa tidak hanya sebagai lokasi kegiatan, tetapi sebagai ruang sosial yang memiliki karakteristik, nilai, dan persoalan yang khas.

Pembahasan kemudian diarahkan pada metode pengumpulan data yang umum digunakan dalam penelitian maupun kegiatan lapangan. Tiga metode utama, yakni observasi, wawancara, dan survei, menjadi fokus pembelajaran karena dianggap memiliki peran penting dalam memperoleh informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemateri menjelaskan bahwa setiap metode memiliki fungsi dan pendekatan yang berbeda. Observasi membantu memahami kondisi nyata di lapangan, wawancara membuka ruang untuk menggali pengalaman dan perspektif masyarakat, sementara survei memungkinkan pengumpulan data secara lebih sistematis dan terukur. Kombinasi ketiganya menjadi instrumen penting dalam menghasilkan pemetaan sosial yang lebih komprehensif.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan muncul terkait tantangan pengambilan data di lapangan, mulai dari membangun komunikasi dengan masyarakat hingga menjaga objektivitas dalam proses pengumpulan informasi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat anggota untuk memahami aspek sosial yang sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan lapangan.

Bagi MAPALA TURSINA, penguasaan metode pengumpulan data tidak hanya bermanfaat dalam konteks penelitian, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun interaksi yang lebih baik dengan masyarakat. Pemahaman terhadap kondisi sosial dinilai dapat membantu anggota menyusun program maupun kegiatan yang lebih relevan dengan kebutuhan lingkungan sekitar.

Pematerian ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan kapasitas anggota organisasi mahasiswa tidak selalu berpusat pada keterampilan teknis. Kemampuan membaca realitas sosial, memahami masyarakat, dan mengumpulkan data secara objektif menjadi kompetensi yang semakin penting di tengah tuntutan kegiatan lapangan yang berbasis pengetahuan. Dari sinilah peran organisasi mahasiswa dapat berkembang, tidak hanya sebagai ruang penguatan minat dan bakat, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan masyarakat.


Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:
Instagram/FB/TikTok: @kemahasiswaanuinmlg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait