Kemahasiswaan Universitas — Regenerasi dalam organisasi kemahasiswaan tidak cukup dilakukan melalui proses administrasi dan pergantian kepengurusan semata. Organisasi membutuhkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, pemahaman kelembagaan, serta kesiapan mental untuk menjalankan tanggung jawab secara kolektif. Melihat pentingnya proses kaderisasi yang berkelanjutan, KSR PMI Unit UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan NIA dan SCARF XXXIV sebagai ruang pembinaan anggota muda menuju jenjang keanggotaan yang lebih matang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 14 Mei 2026 di Gedung C Kampus 1 UIN Malang.
Kegiatan yang diikuti 21 peserta tersebut menjadi bagian dari tahapan kaderisasi anggota muda menuju anggota biasa di lingkungan KSR PMI UIN Malang. Tidak hanya berfokus pada penguatan identitas organisasi, forum ini juga diarahkan untuk membentuk karakter anggota yang memiliki kemampuan adaptasi, kepemimpinan, dan pemahaman terhadap dinamika kehidupan organisasi kampus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang kemudian dilanjutkan dengan forum materi terkait birokrasi kampus, pengembangan efikasi diri, hingga kepemimpinan organisasi. Materi birokrasi kampus disampaikan oleh Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., Kepala Biro AAKK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang menekankan pentingnya mahasiswa memahami sistem dan kultur kelembagaan kampus secara menyeluruh.
Menurutnya, organisasi mahasiswa menjadi salah satu ruang pembelajaran yang memiliki kontribusi besar dalam membentuk kualitas kepemimpinan mahasiswa di masa depan.
“Mahasiswa harus memahami birokrasi kampus karena kampus bukan sekadar gedung dan jadwal kuliah, melainkan mahasiswa juga harus memahami bagaimana kehidupan nyata di dalam kampus. Tujuan utama memang belajar, namun salah satu bentuk pembelajaran yang penting adalah belajar berorganisasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa organisasi yang sehat akan melahirkan pemimpin yang mampu membawa visi dan arah gerak organisasi secara kolektif.
“Organisasi yang baik akan menghasilkan pemimpin yang hebat dan mampu membawa visi serta misinya. Pemimpin bukan hanya ketua, tetapi seluruh tatanan di bawahnya juga merupakan pemimpin bagi anggotanya masing-masing,” tambahnya.
Selain penguatan wawasan kelembagaan, peserta juga mendapatkan materi mengenai efikasi diri dan kepemimpinan organisasi sebagai bekal menghadapi tantangan kerja kolektif di lingkungan kemahasiswaan. Pada sesi leadership, pemateri Anna Navaro mengingatkan pentingnya membangun kesadaran tanggung jawab tanpa menempatkan diri sebagai pusat organisasi.
“Kita tidak boleh menganggap diri kita paling penting di dalam organisasi. Namun, kita harus tetap bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang dimiliki dalam organisasi tersebut,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, KSR PMI UIN Malang berupaya membangun pola kaderisasi yang tidak hanya menekankan loyalitas organisasi, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki kepekaan sosial. Pendekatan tersebut dinilai penting dalam memperkuat keberlanjutan organisasi mahasiswa di tengah dinamika kampus dan tantangan kepemimpinan generasi muda yang terus berkembang.
Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:
Instagram/FB/TikTok: @kemahasiswaanuinmlg





