Kemahasiswaan Universitas — MAPALA TURSINA menggelar Pematerian Konservasi pada Jumat (12/6/2026) di Sekretariat MAPALA TURSINA. Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut diikuti sembilan peserta dan menghadirkan M. Mahmidan Fatansyah sebagai pemateri. Forum ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas anggota dalam memahami isu lingkungan dan konservasi.
Bagi organisasi pecinta alam, konservasi bukan sekadar materi pelengkap. Pemahaman mengenai kelestarian lingkungan menjadi bekal penting sebelum anggota terjun dalam berbagai aktivitas lapangan. Kesadaran tersebut juga menjadi bagian dari identitas organisasi yang menempatkan alam sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian.
Pematerian berlangsung dalam suasana yang hangat dan interaktif. Peserta mengikuti pembahasan dengan antusias. Berbagai persoalan mengenai lingkungan turut dibahas melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Interaksi tersebut memberi ruang bagi peserta untuk bertukar pandangan dan pengalaman.
M. Mahmidan Fatansyah menjelaskan bahwa konservasi tidak cukup dipahami sebagai konsep teoritis. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan justru tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Sebanyak apa pun pembahasan konservasi, apalagi di ranah mahasiswa, yang paling penting adalah menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan. Terlihat sederhana, tetapi perlu pembiasaan,” ujarnya.
Pembahasan mengenai konservasi juga mendorong anggota untuk melihat persoalan lingkungan secara lebih luas. Mulai dari pengelolaan sampah, penggunaan sumber daya secara bijak, hingga pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Kesadaran tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan, organisasi mahasiswa memiliki ruang strategis untuk menanamkan budaya ramah lingkungan. Proses itu tidak selalu dimulai dari program besar. Kebiasaan kecil dan kepekaan terhadap kondisi sekitar sering kali menjadi langkah awal yang paling berarti.
Bagi MAPALA TURSINA, konservasi bukan hanya tema diskusi. Nilai tersebut merupakan bagian dari karakter yang terus dibangun dalam setiap proses kaderisasi. Dari ruang sederhana di sekretariat, kesadaran menjaga alam dirawat agar tetap hidup dan tumbuh bersama para anggotanya.





