MIU Login

Interview Diklat XXVII UKM Seni Religius Jadi Tahap Kunci Pembentukan Anggota Berkualitas

Kemahasiswaan UniversitasMenjadi bagian dari sebuah organisasi bukan sekadar tentang bergabung, tetapi tentang kesiapan untuk berproses, berkontribusi, dan bertahan dalam dinamika yang tidak selalu mudah. Pada titik inilah proses seleksi menjadi penting—bukan untuk membatasi, melainkan untuk memastikan bahwa setiap individu yang masuk memiliki keselarasan niat dan potensi yang dapat dikembangkan.

Sebagai bagian dari rangkaian pembinaan anggota baru, UKM Seni Religius UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Interview Diklat XXVII Periode 1 pada Sabtu hingga Minggu, 11–12 April 2026 pukul 08.00–16.00 WIB di Gedung Sport and Student Center. Kegiatan ini diikuti oleh 47 peserta sebagai tahap lanjutan dari proses diklat.

Berbeda dari tahap sebelumnya yang bersifat pengenalan, sesi interview difokuskan pada pendalaman aspek personal peserta. Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi minat dan bakat yang dimiliki, sekaligus menjadi dasar dalam penempatan peserta ke dalam divisi yang sesuai. Selain itu, aspek komitmen juga menjadi perhatian utama dalam menilai kesiapan peserta untuk aktif berproses di dalam organisasi.

Pelaksanaan interview berlangsung secara sistematis dengan pendekatan dialogis, di mana peserta diberikan ruang untuk menyampaikan motivasi, pengalaman, serta harapan mereka terhadap UKM Seni Religius. Ketua UKM, M. Zaim Izzaty, menegaskan, “Interview adalah rangkaian ke-2 dari kegiatan diklat XXVII, adanya interview diklat sebagai penentu dan penilaian komitmen peserta untuk mengikuti segala kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM Seni Religius, maka dari itu penting untuk diadakan karena agar dapat melihat mereka benar-benar niat ataupun tidak untuk aktif dalam sebuah organisasi.”

Melalui kegiatan ini, UKM Seni Religius tidak hanya melakukan proses seleksi, tetapi juga membangun fondasi awal dalam menciptakan anggota yang memiliki kesesuaian antara potensi dan komitmen. Tahap ini diharapkan mampu menghasilkan anggota yang tidak hanya aktif, tetapi juga konsisten dalam berproses dan berkontribusi dalam pengembangan seni religius di lingkungan kampus.

Berita Terkait