Kemahasiswaan Universitas — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) “Integral” Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Studi Integratif Mahasiswa Matematika (SIGMA) 2026 pada 5, 6, 12, dan 13 September 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Mengoptimalkan Potensi Diri, Mengembangkan Pola Pikir Logis, dan Bergerak Bersama Menuju Generasi yang Berintegritas” ini diikuti 73 peserta dengan dukungan 66 panitia.
Rangkaian SIGMA 2026 berlangsung di sejumlah fasilitas Fakultas Sains dan Teknologi, meliputi Auditorium Selatan, Auditorium Utara, Studio Arsitektur 1, 2, dan 3, serta Halaman Gedung D. Kegiatan dirancang untuk membantu mahasiswa baru mengenali lingkungan akademik, mengembangkan potensi, serta membangun kemampuan berpikir logis dan semangat kebersamaan sejak awal masa perkuliahan.
Hari pertama, Sabtu (5/9/2026), diisi dengan pengenalan akademik dan Program Studi Matematika, pemetaan minat dan bakat, pengenalan HMPS “Integral” Matematika, serta forum diskusi. Ketua Program Studi Matematika, Dr. Fachrur Rozi, M.Si., dalam materi keakademikan menekankan pentingnya mahasiswa memahami matematika sebagai dasar berpikir logis, analitis, dan sistematis.
“Mahasiswa baru Program Studi Matematika harus memahami sejak awal bahwa matematika bukan sekadar berhitung, melainkan fondasi berpikir logis, analitis, dan sistematis yang akan berguna di dunia kerja maupun kehidupan. Manfaatkan masa studi dengan sebaik-baiknya, kenali dosen dan lingkungan akademik, serta jangan takut bertanya karena di situlah proses belajar sesungguhnya dimulai,” ujarnya.
Pada hari kedua, Minggu (6/9/2026), peserta mendapatkan materi mengenai karya ilmiah, Artificial Intelligence (AI) dan literasi, serta keorganisasian. Materi tersebut dilengkapi Forum Group Discussion, pendampingan kelompok, dan berbagai aktivitas interaktif.
Muhammad Fathun Nuha, S.Mat., yang menyampaikan materi AI dan literasi, mengingatkan mahasiswa untuk menggunakan teknologi secara bijak dengan tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis.
“Artificial Intelligence bukanlah ancaman yang harus ditakuti, melainkan alat yang harus dipahami dan dimanfaatkan dengan bijak. Mahasiswa matematika memiliki posisi strategis dalam perkembangan AI karena logika, statistika, dan pemodelan matematis adalah fond





