Kemahasiswaan Universitas — Tangga Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berubah menjadi ruang latihan ketangkasan saat UKM Pramuka menggelar kegiatan Peminatan Bakat (PEMIKAT) memanah. Kegiatan berlangsung pada Minggu (7/6/2026). Sebanyak lima anggota mengikuti latihan yang dirancang untuk mengasah konsentrasi, ketenangan, dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat.
Bagi Pramuka Racana UIN Malang, pembinaan anggota tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik dan kepramukaan. Pengembangan potensi nonakademik juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang tangguh dan adaptif. Salah satunya melalui olahraga memanah yang sarat dengan nilai kedisiplinan dan pengendalian diri.
Panahan dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan karakter yang ingin dibangun dalam diri Pramuka Pandega. Ketepatan membidik sasaran tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik. Konsentrasi, kesabaran, dan ketenangan justru menjadi faktor yang paling menentukan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap terarah. Peserta mempelajari teknik dasar memanah sekaligus melatih konsistensi dalam membidik sasaran. Selain menjadi sarana pengembangan bakat, latihan tersebut juga menjadi ruang pelepas penat di tengah padatnya aktivitas akademik mahasiswa.
Nailul Munaya menilai memanah memiliki nilai pembelajaran yang lebih luas dibanding sekadar olahraga.
“Memanah bukan sekadar melepaskan anak panah ke sasaran, tetapi sebuah latihan batin tentang bagaimana seorang Pramuka Pandega mengendalikan diri, fokus pada tujuan, dan tetap tenang di bawah tekanan. Kegiatan peminatan ini adalah langkah konkret Racana dalam membentuk anggotanya agar memiliki mentalitas yang tangguh, mandiri, dan presisi dalam mengambil keputusan, baik di dalam organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Di tengah tuntutan zaman yang bergerak cepat, kemampuan menjaga fokus menjadi keterampilan yang semakin berharga. Dari seutas busur dan anak panah, anggota Pramuka belajar bahwa mencapai tujuan membutuhkan kesabaran, ketepatan, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai itulah yang terus dirawat sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.





