MIU Login

MAPALA Tursina UIN Malang Mengadakan Uji Kapasitas Anggota di Dua Medan Berbeda

Kemahasiswaan Universitas — Penguatan kapasitas anggota organisasi pecinta alam kini tidak lagi bertumpu pada satu bidang keahlian, melainkan menuntut penguasaan lintas kompetensi yang saling melengkapi. MAPALA Tursina merespons kebutuhan tersebut dengan menggelar dua praktik lapangan dalam satu waktu, menyasar kemampuan analisis lingkungan sekaligus keterampilan teknis di medan berisiko.

Pada Minggu, 26 April 2026, kegiatan Praktek 1 (Analisis Vegetasi) dilaksanakan di Kebun Raya Purwodadi sebagai ruang belajar ekologis yang konkret. Tiga peserta terlibat langsung dalam pengamatan vegetasi, mulai dari identifikasi jenis tumbuhan hingga pengukuran parameter dasar yang umum digunakan dalam studi ekologi. Proses ini diarahkan untuk membangun ketelitian dalam pengambilan data, sekaligus memperkenalkan cara membaca struktur ekosistem secara lebih komprehensif.

Pendamping kegiatan, Aisya Rahma Muthmainah, menekankan bahwa analisis vegetasi tidak berhenti pada pencatatan jenis tumbuhan. “Yang dibangun adalah kemampuan memahami keterkaitan antar vegetasi dalam satu ekosistem. Di situ letak nilai ilmiahnya,” ujarnya. Pendampingan yang dilakukan juga menekankan pentingnya akurasi data sebagai fondasi dalam kegiatan penelitian maupun konservasi.

Di hari yang sama, pendekatan berbeda diterapkan melalui Praktek 2 Divisi Olahraga Arus Deras di wilayah Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan yang diikuti lima peserta ini berfokus pada penguatan keterampilan teknis dan manajemen risiko di sungai. Latihan dayungan, simulasi arus tenang, hingga teknik self rescue menjadi bagian awal sebelum peserta beranjak pada skenario penyelamatan yang lebih kompleks.

Kemampuan rescue menjadi perhatian utama dalam praktik ini. Peserta dilatih menggunakan throwbag, melakukan man to man rescue, hingga teknik evakuasi korban ke atas perahu. Simulasi juga mencakup penanganan perahu terbalik melalui teknik flip-flop, yang kerap menjadi situasi krusial dalam olahraga arus deras. Seluruh rangkaian dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat dari pendamping.

Salah satu pendamping, Solar, mengingatkan bahwa penguasaan teknik harus selalu berjalan beriringan dengan kesadaran keselamatan. “Setiap keputusan di sungai memiliki konsekuensi. Tanpa pemahaman dasar yang kuat, risiko akan sulit dikendalikan,” ungkapnya. Penekanan ini menjadi penting mengingat karakter olahraga arus deras yang sangat bergantung pada kesiapan individu dan kerja tim.

Dua praktik yang berlangsung paralel ini memperlihatkan arah pengembangan MAPALA Tursina yang tidak terfragmentasi. Kapasitas analitis dalam membaca lingkungan dipadukan dengan keterampilan teknis di lapangan, membentuk profil anggota yang lebih adaptif terhadap berbagai situasi. Pola ini sekaligus mempertegas posisi organisasi sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan praktik langsung di alam terbuka.

Kombinasi pendekatan tersebut menjadi indikator bagaimana organisasi mahasiswa mulai bergerak ke arah pembinaan yang lebih terstruktur. Ketika kemampuan membaca ekosistem bertemu dengan kesiapan menghadapi risiko lapangan, lahir kompetensi yang tidak hanya relevan bagi kegiatan organisasi, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kapasitas mahasiswa dalam ranah penelitian, konservasi, dan pengabdian masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait