Kemahasiswaan Universitas — Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan menggelar Duduk Bareng Rektor — NGOBRAS (Ngobrol Santai) Bareng Bunda Rektor, Selasa (1/9/2026). Bertempat di Ruang Senat Rektorat Lantai 4, forum tersebut mempertemukan perwakilan lembaga kemahasiswaan dengan jajaran pimpinan universitas untuk membahas berbagai aspirasi dan kebutuhan mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Ketua SEMA Fakultas, Ketua DEMA Fakultas, Ketua HMPS, Ketua UKM, Badan Pengurus Harian (BPH) DEMA Universitas, Menteri DEMA Universitas Tahun 2026, serta jajaran pimpinan UIN Malang. Hadir dalam forum tersebut Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, serta Kepala Biro di lingkungan universitas.

Forum “Duduk Bareng Rektor” dirancang sebagai ruang komunikasi dua arah yang memungkinkan mahasiswa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan universitas. Berbagai isu yang dibahas mencakup fasilitas organisasi, pendanaan kegiatan mahasiswa, regulasi, layanan akademik, sarana prasarana, hingga pengembangan kelembagaan mahasiswa.
Dalam dialog tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi di tingkat universitas maupun fakultas. Aspirasi yang dibahas antara lain kebutuhan dana khusus mahasiswa di tingkat fakultas, dana pendelegasian mahasiswa, akses dan pengelolaan laman organisasi mahasiswa, penataan struktur ORMAWA, fasilitas perpustakaan antarkampus, serta pemenuhan fasilitas akademik di sejumlah fakultas.
Menanggapi persoalan pendanaan mahasiswa, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., menegaskan pentingnya dukungan pembiayaan yang disiapkan melalui mekanisme kelembagaan sehingga mahasiswa tidak perlu menanggung kebutuhan tersebut secara pribadi.
“Untuk fakultas harus ada ruang untuk dana khusus mahasiswa. Jangan sampai mahasiswa harus membayar secara pribadi. Seharusnya sudah ada dana untuk pendelegasian mahasiswa,” jelasnya.
Selain persoalan pendanaan, Rektor juga menyampaikan perhatian terhadap penguatan sistem informasi organisasi mahasiswa. Menurutnya, akses mahasiswa terhadap laman ORMAWA perlu dikembangkan sebagai bagian dari peningkatan layanan kemahasiswaan.
“Saat PBAK, mahasiswa bisa mengakses web, dan nama web ORMAWA akan diganti menjadi web resmi,” lanjutnya.
Pembahasan juga menyentuh kebutuhan penataan organisasi mahasiswa agar lebih relevan dengan dinamika dan kebutuhan mahasiswa saat ini. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Zainal Habib, M.Hum., menilai penguatan kelembagaan perlu diarahkan pada struktur organisasi yang mampu menjawab kebutuhan mahasiswa secara lebih aktual.
“ORMAWA perlu perombakan struktur. Belum ada organisasi yang menjawab kebutuhan mahasiswa sekarang,” ungkapnya.
Dalam forum yang sama, isu pemerataan akses fasilitas perpustakaan antarkampus turut menjadi perhatian. Wakil Rektor menyampaikan gagasan pemanfaatan koleksi buku yang tersedia di Kampus 1 agar dapat diakses mahasiswa di kampus lainnya melalui sistem distribusi.
“Buku-buku yang ada di Kampus 1 bisa didistribusikan ke Kampus 2 melalui sistem delivery,” ujarnya.
Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag., turut memberikan tanggapan mengenai akses fasilitas perpustakaan bagi mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa akses tersebut akan diupayakan agar dapat mendukung kebutuhan mahasiswa lintas unit akademik.
“Di Pascasarjana akan diurus agar mahasiswa Ushuluddin bisa menggunakan perpustakaan,” tuturnya.
Sementara itu, aspek fasilitas akademik juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam forum. Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., menyampaikan perkembangan pengadaan fasilitas untuk Fakultas Farmasi dan Fakultas Teknik serta penambahan ruang kelas di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
“Fasilitas Farmasi dalam proses pengadaan, begitu juga dengan Fakultas Teknik. Di Tarbiyah sudah ada penambahan ruang kelas,” jelasnya.
Persoalan kapasitas kelas dan pengelolaan kuota mahasiswa juga turut dibahas. Menurut Basri, kapasitas mahasiswa dalam setiap kelas berkaitan dengan pengaturan kuota pada sistem akademik. Di sisi lain, universitas juga membuka ruang pembahasan mengenai kemungkinan mengakui aktivitas mahasiswa melalui skema konversi ke mata kuliah yang memiliki keterkaitan.
“Untuk konversi kegiatan aktivis, akan diusahakan agar bisa dikonversikan ke mata kuliah yang bersinggungan,” tambahnya.
Kegiatan “Duduk Bareng Rektor” menjadi ruang penting untuk mempertemukan aspirasi mahasiswa dengan perspektif dan kebijakan universitas secara langsung. Dialog tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian persoalan, tetapi juga membuka ruang untuk membahas alternatif solusi dan tindak lanjut dari berbagai kebutuhan yang disampaikan mahasiswa.
Ketua DEMA Universitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2026, Ahmad Ghozali Abbas, melalui forum tersebut mendorong agar komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan universitas terus dibangun secara terbuka. Kehadiran berbagai unsur lembaga kemahasiswaan dalam satu forum menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
Melalui NGOBRAS “Duduk Bareng Rektor”, DEMA-U UIN Malang menegaskan pentingnya dialog sebagai instrumen untuk menjembatani aspirasi mahasiswa dan kebijakan universitas. Forum semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi ruang komunikasi yang konstruktif, sehingga berbagai kebutuhan mahasiswa dapat direspons melalui kebijakan dan layanan yang semakin adaptif.





