MIU Login

Bertahap dan Kompetitif, Seleksi Atlet E-Sport Porsi Jawara II UIN Malang Masuki Tahap Penentuan

Kemahasiswaan Universitas — Seleksi atlet e-sport UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menuju Porsi Jawara II dirancang lebih dari sekadar menguji kemampuan bermain. Selama lima hari, 16–20 Juli 2026, sekitar 60 peserta menjalani penilaian bertahap yang mengukur kemampuan individu, penguasaan role, hingga koordinasi tim sebelum ditetapkan lima atlet terbaik sebagai delegasi universitas.

Seleksi dipandu oleh Ahda Alfian, Labib Musthofa, dan Ahmad Robithoh Akmal selaku tim penyeleksi. Mekanisme yang diterapkan dirancang untuk mengukur kemampuan individu sekaligus kesiapan peserta dalam membangun kerja sama tim selama pertandingan.

Tahap pertama pada 16 Juli 2026 diawali dengan seleksi akun peserta melalui penilaian win rate, rank, kill-death-assist (KDA), pool hero, rank musim berjalan, hingga highest rank yang pernah dicapai. Tahapan ini menjadi dasar untuk memetakan kemampuan awal setiap peserta.

Seleksi berlanjut pada 17 Juli 2026 melalui trial role yang memfokuskan penilaian pada kemampuan bermain di posisi EXP Lane dan Gold Lane. Selanjutnya, pada 18 Juli 2026, peserta mengikuti simulasi pertandingan 5 versus 5 dengan pembagian tim secara acak. Pada tahap ini, seluruh peran, yakni Roamer, Mid Laner, Jungler, EXP Laner, dan Gold Laner, diuji untuk menilai kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, adaptasi strategi, dan kerja sama antarpemain.

Rangkaian seleksi kemudian memasuki trial tahap ketiga pada 19 Juli 2026 sebagai proses pendalaman penilaian terhadap konsistensi performa peserta. Adapun tahap akhir dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026 untuk menentukan lima atlet terbaik yang dinilai paling siap memperkuat kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Porsi Jawara II.

Melalui sistem seleksi yang dilakukan secara bertahap dan berbasis performa, universitas berupaya memastikan delegasi e-sport yang terpilih tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga mampu bekerja sama, beradaptasi, dan berkompetisi secara optimal dalam pertandingan tingkat regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait