MIU Login

Baru Tiga Lomba Digelar, UKM Seni Religius UIN Malang Siapkan 7 Divisi Kompetisi Tingkat Jatim

Kemahasiswaan Universitas — Skema pembinaan mahasiswa berbasis kompetisi mulai bergeser dari sekadar seremonial menuju pola yang lebih terstruktur. UKM Seni Religius membaca celah ini dengan menggelar lomba 7 divisi tingkat Jawa Timur dalam rangka Dies Maulidiyah XXVI, menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak selesai dalam satu momentum, melainkan dibangun bertahap.

Tiga cabang lomba lebih dulu dilaksanakan pada 25–26 April 2026, masing-masing Lomba Master of Ceremony, Ghina ‘Araby, dan Musabaqah Khattil Qur’an. Pola bertahap ini bukan tanpa alasan. Selain menjaga kualitas pelaksanaan, format tersebut memberi ruang pembinaan yang lebih fokus di tiap bidang.  Lomba Master of Ceremony menjadi cabang dengan partisipasi terbesar, diikuti 39 peserta. Kompetisi ini menempatkan kemampuan berbicara sebagai keterampilan strategis di ruang publik kampus. Pada tahap akhir, peserta tidak hanya diuji kelancaran berbicara, tetapi juga sensitivitas dalam menjaga etika komunikasi. Muhammad Fatwa F. F. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang keluar sebagai juara pertama, disusul Soraya Hanifa S. K. dari UIN Syekh Wasil Kediri dan Fazila Sakib dari MAN 2 Kota Kediri.

Di cabang Ghina ‘Araby, 25 peserta tampil membawakan lagu berbahasa Arab dengan penekanan pada kualitas vokal dan ketepatan pelafalan. Anisa Syahrul Abidah dari Universitas Islam Malang menempati posisi pertama, diikuti Moch Nukman Zainuddin dan Silfia Kurnia Sari dari UIN Syekh Wasil Kediri.

Berbeda dengan dua lomba sebelumnya, Musabaqah Khattil Qur’an menghadirkan suasana yang lebih hening dan terkonsentrasi. Sebanyak 11 peserta ditantang menuliskan Surah Al-Qalam ayat 1–5 dengan standar kaidah khat yang ketat. Miftakhul Rojikhoh dari Kediri meraih juara pertama, diikuti Ameera Nawal Al Adhwa dari MA Darut Taqwa Purwosari Pasuruan dan Mufliha dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Rangkaian awal ini memperlihatkan spektrum pembinaan yang cukup luas, mulai dari komunikasi publik, seni vokal, hingga seni tulis Islami. Ketua UKM Seni Religius, Muhammad Za’im Izzaty, menilai pendekatan lintas bidang ini sebagai langkah untuk memperluas ruang pengembangan mahasiswa. Hal senada disampaikan Moch Rizki Mustopa Ramli. “Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Islami,” ujarnya.

Empat cabang lomba lainnya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat. Rangkaian yang belum selesai ini menjadi penanda bahwa kegiatan tidak berhenti pada satu titik, tetapi diarahkan sebagai proses berkelanjutan.

Model seperti ini mulai mengarah pada pembinaan yang lebih sistematis. Mahasiswa tidak hanya diberi panggung, tetapi juga diarahkan untuk berkembang dalam kerangka nilai. Jika dijaga konsistensinya, inisiatif semacam ini dapat memperkuat kontribusi organisasi mahasiswa dalam mendukung tridarma, terutama pada aspek pengembangan karakter dan kapasitas non-akademik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait