MIU Login

Seleksi Duta Kampus 2026 Masuki Tahap Akhir, UIN Malang Perkuat Pemetaan Mahasiswa Berkarakter dan Visioner

Kemahasiswaan Universitas — Representasi mahasiswa di era kampus modern tidak lagi cukup bertumpu pada capaian akademik semata. Perguruan tinggi kini dituntut menghadirkan figur mahasiswa yang mampu menjadi wajah institusi di ruang publik, memiliki daya komunikasi yang kuat, berpikir kritis, serta memahami identitas dan nilai kampus secara utuh. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan Komunitas Duta Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan rangkaian Pemilihan Duta Kampus UIN Malang 2026 melalui tahapan seleksi berjenjang selama April 2026.

Tahap kedua seleksi berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026 di Gedung C UIN Malang dengan melibatkan 40 peserta. Pada fase ini, peserta dihadapkan pada sesi studi kasus yang dirancang untuk mengukur kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta cara menyampaikan argumentasi terhadap isu yang diberikan. Model seleksi berbasis studi kasus tersebut menjadi pendekatan penting untuk melihat kapasitas mahasiswa dalam membaca persoalan secara objektif dan menawarkan solusi yang relevan dengan dinamika sosial maupun lingkungan kampus.

Juri seleksi, Habib Rizieq Shihab dan Muhammad Riza Alfaizi, menilai bahwa kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki seorang duta kampus di tengah perubahan sosial dan perkembangan informasi yang berlangsung sangat cepat.

“Tahap 2 menjadi proses penting dalam melihat kemampuan berpikir kritis, wawasan, dan cara peserta menyikapi suatu permasalahan sebagai bekal menjadi representasi terbaik kampus,” ujar Muhammad Riza Alfaizi.

Rangkaian seleksi kemudian berlanjut pada tahap ketiga yang digelar Sabtu, 18 April 2026 di Aula Gedung C UIN Malang. Pada tahap akhir ini, jumlah peserta mengerucut menjadi 35 finalis yang mengikuti uji bakat, uji ke-UIN-an, dan uji kedutaan. Berbeda dari tahapan sebelumnya, seleksi akhir lebih menitikberatkan pada kesiapan personal peserta dalam merepresentasikan identitas kampus melalui kemampuan komunikasi, kreativitas, wawasan kelembagaan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai akademik dan budaya universitas.

Melalui tahapan tersebut, peserta tidak hanya diuji dari sisi performa, tetapi juga konsistensi karakter, cara membawa diri, hingga kemampuan membangun citra positif kampus di ruang sosial dan digital. Pendekatan seleksi yang komprehensif ini mencerminkan upaya kampus dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang adaptif terhadap tantangan zaman sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai intelektual dan moralitas akademik.

Juri tahap akhir, Yuk Anindya, menilai proses seleksi akhir menjadi ruang penting untuk melihat kualitas peserta secara lebih menyeluruh.

“Tahap 3 ini menjadi proses penting untuk melihat kesiapan peserta secara menyeluruh, baik dari sisi karakter, wawasan, maupun potensi yang dimiliki peserta untuk menjadi representasi terbaik UIN Malang,” ungkapnya.

Ketua Komunitas Duta Kampus UIN Malang, Muhammad Riza Alfaizi, menyampaikan bahwa rangkaian seleksi ini bukan sekadar agenda tahunan organisasi, melainkan bagian dari proses kaderisasi mahasiswa yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan representatif di tingkat universitas.

Bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, proses pemilihan Duta Kampus menjadi bagian dari penguatan sistem pembinaan mahasiswa yang berorientasi pada pengembangan karakter, komunikasi publik, dan daya saing generasi muda kampus. Kehadiran figur duta kampus diharapkan mampu menjadi penghubung antara identitas akademik universitas dengan ruang sosial yang lebih luas, sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi.

 


Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:
Instagram/FB/TikTok: @kemahasiswaanuinmlg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait