Kemahasiswaan Universitas – Relasi tidak selalu dimulai ketika seseorang menikah ia justru dibentuk jauh sebelumnya, melalui cara berpikir, cara berkomunikasi, dan cara memahami diri sendiri. Di tengah perubahan sosial yang cepat, kesiapan menghadapi kehidupan pernikahan menjadi isu yang semakin relevan, bahkan bagi mahasiswa yang masih berada di fase pembentukan diri.
Kesadaran tersebut direspons oleh KSR PMI Unit UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui kegiatan TRS (Training Religion Skill) yang diselenggarakan pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 10.00 WIB di Ruang 109 Gedung A lantai 1. Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta sebagai bagian dari upaya penguatan pemahaman nilai-nilai kehidupan, khususnya dalam konteks pernikahan.
Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada satu perspektif, melainkan mengintegrasikan aspek sosial, agama, dan psikologis. Peserta diajak memahami makna dan tujuan pernikahan, dasar hukum serta rukun dalam perspektif keagamaan, hingga kesiapan mental dan emosional dalam membangun relasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan semakin aplikatif dengan adanya simulasi praktik akad nikah yang memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai proses pernikahan secara formal. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab juga menjadi ruang bagi peserta untuk menggali persoalan yang sering muncul dalam dinamika hubungan, termasuk komunikasi, komitmen, dan pengelolaan konflik.
Narasumber, M. Iqbal Fuadi, menekankan pentingnya perspektif yang realistis dalam membangun hubungan. “Pernikahan bukan tentang menemukan orang yang sempurna, tetapi tentang belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna,” ujarnya, mengingatkan bahwa inti pernikahan terletak pada proses, bukan sekadar ekspektasi.
Melalui kegiatan TRS ini, KSR PMI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan bahwa pembinaan mahasiswa tidak hanya berkutat pada aspek teknis atau keterampilan organisasi, tetapi juga menyentuh dimensi kehidupan yang lebih luas. Diharapkan, kegiatan ini mampu membekali mahasiswa dengan kesiapan berpikir, bersikap, dan bertindak secara matang dalam menghadapi fase kehidupan yang lebih kompleks di masa depan.





