MIU Login

Upgrading Pengurus LKP2M 2026 Dorong Kompetensi Riset, Kajian, dan Media yang Adaptif

Kemahasiswaan UniversitasUpaya membangun organisasi mahasiswa yang adaptif terhadap dinamika zaman menuntut pengurus tidak hanya aktif secara program, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, manajerial, dan resilien yang kuat. Dalam konteks tersebut, penguatan kompetensi menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap program kerja tidak sekadar berjalan, tetapi mampu memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, UKM Lembaga Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Upgrading Pengurus Periode 2026 pada Sabtu, 11 April 2026 pukul 08.00–13.00 WIB di Aula Masjid Ulul Albab. Kegiatan ini diikuti oleh 35 pengurus dengan mengusung tema “Reformulasi Kompetensi, Inisiasi, dan Resiliensi Pengurus UKM LKP2M Periode 2026.”

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengantar oleh Ahmad Royhan Firdaus selaku Wakil Direktur LKP2M yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengurus dalam menjalankan program kerja berbasis tanggung jawab kolektif kolegial sesuai AD, ART, dan GBHO organisasi. Ia menegaskan bahwa pengurus LKP2M merupakan satu kesatuan yang harus bersinergi antar biro dalam mencapai tujuan organisasi.

Pada sesi pertama, Upgrading Biro Kajian menghadirkan Abdul Latif AA, S.Psi., M.Si., yang membahas manajemen dan model kajian kontemporer. Materi meliputi strategi kajian, analisis wacana kritis, hingga produksi policy brief. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kajian tidak berhenti pada diskusi, tetapi harus mampu merekonstruksi pengetahuan dan menjadi kompas dalam menyelesaikan persoalan praktis, sekaligus memperkuat nalar kritis mahasiswa.

Selanjutnya, sesi Upgrading Biro Penelitian oleh Agung Prasetiyo, M.Pd., mengupas secara komprehensif mengenai paradigma, metodologi, serta dinamika penelitian modern, termasuk pendekatan kuantitatif, kualitatif, hingga mix method. Ia menegaskan bahwa penelitian merupakan fondasi utama pengembangan ilmu pengetahuan yang mendorong lahirnya inovasi dan solusi atas berbagai persoalan nyata, sehingga pengurus dituntut mampu memahami elemen fundamental penelitian secara mendalam.

Pada sesi ketiga, Upgrading Biro Pengembangan menghadirkan Arini Khimaya Alaa’, S.Psi., yang membahas strategi pengelolaan media dan konten digital. Materi yang disampaikan mencakup manajemen media sosial, copywriting berbasis tren, digital branding, serta teknik editing visual. Ia mendorong peserta untuk berani memulai dan konsisten dalam berkarya, dengan prinsip learning by doing sebagai kunci pengembangan kapasitas di era digital.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Rapat Monitoring dan Evaluasi perdana pengurus yang membahas capaian awal serta rencana program kerja dari masing-masing biro. Dalam forum tersebut, Ahmad Royhan Firdaus kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas biro agar seluruh program kerja dapat berjalan efektif, berdampak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan anggota maupun organisasi.

Melalui kegiatan upgrading ini, UKM LKP2M menegaskan komitmennya dalam membangun pengurus yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki daya pikir kritis, adaptif, dan resilien. Dengan fondasi kapasitas yang kuat, diharapkan LKP2M mampu terus berkontribusi dalam memperkuat budaya akademik, riset, dan publikasi ilmiah di lingkungan UIN Malang secara berkelanjutan.

Berita Terkait