Kemahasiswaan Universitas — Sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk menghadirkan program pengabdian yang tepat sasaran. DEMA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Pemerintah Kabupaten Malang menggelar koordinasi awal guna mematangkan pelaksanaan program Semesta Mengabdi di Dusun Paras, Kecamatan Poncokusumo, Rabu (1/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Daerah Kabupaten Malang itu mempertemukan jajaran Pemerintah Kabupaten Malang dengan pengurus DEMA UIN Malang. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Malang beserta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Koordinasi juga dihadiri Kepala LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. M. Mahpur, M.Si., bersama pengurus DEMA dan tim pelaksana program.
Koordinasi ini menjadi tahap penting untuk menyelaraskan arah pengabdian yang akan dijalankan mahasiswa. Dusun Paras dipilih karena memiliki sejumlah persoalan yang memerlukan penanganan berkelanjutan, terutama pengelolaan sampah yang telah berlangsung secara turun-temurun, serta isu kesehatan masyarakat. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah dan mahasiswa menyusun strategi agar program yang dilaksanakan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan diawali dengan sambutan Presiden Mahasiswa DEMA UIN Malang, Ahmad Ghozali Abbas, kemudian dilanjutkan pengantar dari Kepala LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selanjutnya, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menyampaikan arah kebijakan pengabdian masyarakat yang menekankan pentingnya kesinambungan program. Ia juga memaparkan sejumlah praktik baik yang telah diterapkan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi lain sebagai referensi penyusunan program.
“UIN apa yang bisa dibantukan pada masyarakat, program apa yang dilanjutkan, apa yang dikerjakan. Program harus yang penting, berkelanjutan, jelas manajemennya, jelas pelaksanaannya, dan jelas manfaatnya. Kami siap untuk mendukung penuh,” ujar Sanusi.
Koordinator Kementerian Pengabdian Masyarakat DEMA UIN Malang, Moh. Arbeth Bahar, kemudian memaparkan visi, misi, serta rancangan program Semesta Mengabdi. Pemaparan tersebut menjadi dasar diskusi bersama perangkat daerah untuk menyempurnakan berbagai agenda yang akan dijalankan selama kegiatan berlangsung.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang mengusulkan sejumlah program yang dinilai realistis untuk dilaksanakan dalam durasi pengabdian selama 12 hari. Beberapa di antaranya meliputi pengolahan sampah melalui metode composting menggunakan mesin pencacah dan tong kompos berbahan galon bekas, pemanfaatan bambu di kawasan tempat pembuangan akhir, penanaman pohon bertajuk lebar, pengembangan Refuse-Derived Fuel (RDF), serta penerapan konsep circular economy agar sampah memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pada bidang kesehatan, tim pelaksana turut memaparkan rencana pelaksanaan Posko Kesehatan, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), deteksi dini karies gigi, serta pendataan lansia untuk pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah. Program tersebut disusun sebagai alternatif atas keterbatasan tenaga medis yang tersedia selama pelaksanaan pengabdian, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Forum koordinasi menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara DEMA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan Pemerintah Kabupaten Malang melalui pendampingan lintas perangkat daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan model pengabdian masyarakat yang lebih terarah, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi melalui kemitraan strategis antara mahasiswa dan pemerintah daerah.





