MIU Login

Dari Laboratorium ke Lahan Warga, HMPS Biologi Kenalkan Pestisida Alami kepada Ibu PKK Sumbersuko

Kemahasiswaan Universitas — Puluhan ibu PKK Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, mengikuti pelatihan pembuatan pestisida alami yang digelar HMPS Biologi “Semut Merah” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut melibatkan 20 peserta dari unsur PKK dan 32 panitia mahasiswa yang berupaya menghadirkan solusi pengendalian hama tanaman yang lebih ramah lingkungan.

Persoalan lalat buah masih menjadi tantangan bagi banyak petani hortikultura. Serangan hama tersebut kerap menurunkan kualitas hasil panen. Di sisi lain, penggunaan pestisida kimia secara berlebihan juga menyisakan persoalan bagi kesehatan dan lingkungan. Kondisi itu mendorong HMPS Biologi menghadirkan edukasi berbasis ilmu pengetahuan yang mudah diterapkan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana, Ketua HMPS Biologi “Semut Merah”, serta Kepala Desa Sumbersuko. Seluruh pihak menaruh harapan agar kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pertanian yang berkelanjutan.

Memasuki sesi utama, Husaeri, S.Si. memaparkan berbagai materi mengenai karakteristik lalat buah sebagai salah satu hama utama tanaman hortikultura. Peserta juga dikenalkan pada konsep pestisida alami serta bahan-bahan sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengendalian hama.

Tidak berhenti pada aspek teoritis, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pestisida alami. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka mempelajari cara meracik bahan, memahami dosis penggunaan, serta mengetahui teknik aplikasi yang tepat pada tanaman.

Suasana diskusi berlangsung hidup. Beragam pertanyaan muncul dari peserta. Mulai dari efektivitas pestisida alami hingga cara mengatasi serangan lalat buah pada tanaman sehari-hari. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap metode pertanian yang lebih aman dan ekonomis.

Husaeri menilai pendekatan sederhana dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan sektor pertanian.

“Pemanfaatan pestisida alami merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengendalikan hama tanaman secara lebih aman dan ramah lingkungan. Kami berharap ilmu yang diperoleh pada kegiatan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Program Abdi Desa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membawa ilmu dari ruang perkuliahan ke tengah masyarakat. Kolaborasi dengan warga tidak hanya memperkuat pengabdian, tetapi juga memperlihatkan bahwa inovasi sederhana dapat menjadi jawaban atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Dari desa, semangat keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan tumbuh melalui langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan bersama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait