Kemahasiswaan Universitas — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Sosialisasi Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama pada Jumat (24/4/2026) di Ruang Senat Lantai 4 Gedung Dr (HC) Ir. H. Soekarno. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari para wakil rektor, kepala biro, pimpinan pascasarjana, para kepala program studi magister dan doktor, kepala bagian akademik, hingga kepala pusat kemahasiswaan.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya strategis kampus dalam memperluas akses informasi beasiswa sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai skema yang ditawarkan Kementerian Agama. Dalam kegiatan ini, UIN Malang secara khusus menghadirkan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag., sebagai narasumber utama.
Kepala Puspenma RI, Ruchman Basori, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah skema unggulan dalam program BIB Kemenag, di antaranya beasiswa akselerasi, beasiswa unggulan keagamaan, hingga program double degree yang membuka peluang studi di dalam dan luar negeri.
Ia menyoroti tren sebaran awardee yang saat ini masih belum merata. Menurutnya, mayoritas penerima beasiswa luar negeri masih terkonsentrasi di Australia.
“Saat ini awardee kita yang berada di Australia mencapai sekitar 185 orang. Sementara di negara lain masih relatif sedikit, sehingga terkesan belum merata,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya mendorong perluasan tujuan studi ke negara lain, khususnya kawasan Eropa.
“Kami ingin ke depan sebaran awardee ini lebih variatif, termasuk memperbanyak ke negara-negara seperti Jerman yang memiliki kekuatan di bidang riset dan pendidikan,” tambahnya.
Selain itu, Ruchman juga menegaskan pentingnya orientasi output dari program beasiswa, tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat.
“UIN Malang harus menciptakan dosen yang menginspirasi, dan mampu menjadi motor perubahan di tengah masyarakat, bukan sekadar pengajar di ruang kelas,” tegasnya.
Dalam sesi materi, turut dipaparkan skema beasiswa akselerasi yang memungkinkan percepatan studi dari sarjana ke magister hingga doktor, serta beasiswa unggulan keagamaan yang menyasar mahasiswa hingga tenaga pendidik di berbagai satuan pendidikan berbasis keagamaan.
Tak kalah menarik, program double degree turut menjadi perhatian karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk meraih gelar dari dua institusi, termasuk perguruan tinggi mitra luar negeri, sehingga memperluas jejaring akademik global.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan terkait persyaratan, hingga mekanisme seleksi.
Melalui sosialisasi ini, UIN Malang berharap semakin banyak sivitas akademika yang memanfaatkan peluang beasiswa sebagai jalan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas pengalaman internasional, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan dan keagamaan di Indonesia.





