شؤون الطلاب بالجامعة — Kemampuan menyelamatkan nyawa pada menit-menit pertama keadaan darurat sering kali menjadi pembeda antara keselamatan dan risiko yang lebih besar. Kesadaran tersebut mendorong Pramuka Racana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) di Sanggar Pramuka, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program PEMIKAT (Pendidikan dan Peningkatan Keterampilan Anggota Tetap) tersebut diikuti oleh anggota Pramuka Racana sebagai upaya memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi situasi darurat. Pelatihan difokuskan pada penguasaan keterampilan dasar pertolongan pertama yang dapat diterapkan sebelum korban mendapatkan penanganan medis profesional.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan berbagai potensi risiko kecelakaan maupun kondisi gawat darurat, kemampuan menjadi penolong pertama atau first responder semakin dibutuhkan. Bagi organisasi kepanduan di tingkat perguruan tinggi, kompetensi tersebut tidak hanya menjadi keterampilan tambahan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Materi pelatihan disampaikan oleh Nailul Munaya dengan fokus pada pemahaman dasar Basic Life Support (BLS) atau bantuan hidup dasar. Peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan fraktur, pembalutan luka, pembidaian, hingga prosedur evakuasi korban dalam kondisi darurat.
Pembelajaran tidak berhenti pada aspek teoritis. Peserta juga diajak memahami langkah-langkah sistematis dalam menghadapi kondisi kritis agar mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat tanpa mengabaikan prinsip keselamatan. Pendekatan ini dinilai penting karena kesalahan tindakan pada fase awal penanganan dapat berdampak langsung terhadap kondisi korban.
Dalam pemaparannya, Nailul Munaya menekankan bahwa kehadiran penolong pertama memiliki peran vital sebelum bantuan medis tiba di lokasi kejadian.
“Dalam situasi gawat darurat, penolong pertama (first responder) adalah penentu utama keselamatan jiwa korban sebelum bantuan medis tiba. Anggota Pramuka Racana memiliki modal kedisiplinan dan mental yang kuat; melalui pelatihan PPGD ini, mereka dibekali keterampilan taktis agar tidak panik dan mampu mengambil tindakan yang benar. Kami berharap materi Basic Life Support ini tidak hanya menjadi pelengkap latihan, tetapi benar-benar diaplikasikan saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Bagi Pramuka Racana UIN Malang, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membentuk anggota yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan menghadapi situasi kemanusiaan. Keterampilan pertolongan pertama dipandang sebagai kompetensi dasar yang relevan dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus bagian dari masyarakat.
Lebih jauh, pelatihan PPGD menunjukkan bahwa pendidikan kepanduan di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguatan karakter dan kepemimpinan. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran yang membekali anggota dengan keterampilan praktis yang memiliki manfaat langsung bagi kehidupan sosial. Ketika pengetahuan, kepedulian, dan kesiapsiagaan bertemu dalam satu tindakan, nilai pengabdian yang menjadi ruh gerakan Pramuka menemukan bentuknya yang paling nyata.
Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:
Instagram/FB/TikTok: @kemahasiswaanuinmlg.





