MIU Login

Pasuska Fit dan Latihan SAR Pramuka UIN Malang Latih Refleks, Ketahanan, dan Ketepatan Tindakan

Kemahasiswaan Universitas — Kemampuan bertindak cepat dalam situasi darurat tidak lahir dari teori semata. Ketepatan mengambil keputusan, kesiapan fisik, dan penguasaan teknik lapangan dibentuk melalui latihan yang terus diulang dan dievaluasi. Pola pembinaan semacam itu terlihat dalam kegiatan Pasuska Fit dan Latihan Rutin Search and Rescue (SAR) yang dilaksanakan UKM Pramuka UIN Malang pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026, di area Tangga Besar UIN Malang.

Sejak pukul 07.00 WIB, anggota pasuska memulai rangkaian kegiatan dengan latihan kebugaran sebagai bagian dari penguatan daya tahan fisik. Pemanasan, lari mengelilingi kampus, push up, hingga pendinginan dilakukan secara terstruktur di bawah arahan komandan pasuska. Bagi anggota Pramuka, latihan fisik semacam ini dipandang penting untuk menjaga stabilitas tubuh sekaligus membangun disiplin personal.

Namun, inti kegiatan tidak berhenti pada aspek kebugaran. Setelah sesi Pasuska Fit selesai, latihan berlanjut pada simulasi Search and Rescue (SAR) dengan fokus vertikal rescue. Anggota mulai mempelajari teknik pemasangan anchor, penggunaan simpul penyelamatan, hingga tahapan pengamanan alat sebelum digunakan dalam simulasi lapangan.

Proses latihan berlangsung detail dan teknis. Setiap anggota diminta memahami fungsi alat, posisi pemasangan simpul, serta prosedur pengamanan sebelum praktik dilakukan. Pendekatan ini menjadi penting karena kesalahan kecil dalam kegiatan rescue dapat berdampak besar terhadap keselamatan tim maupun korban.

Simulasi kemudian dilakukan dengan menghadirkan skenario korban untuk menguji kesiapan anggota dalam menerapkan teknik penyelamatan. Dari simulasi tersebut, anggota belajar membangun koordinasi, menjaga komunikasi tim, dan bertindak tenang dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.

Ketua UKM Pramuka UIN Malang, Hartadin Barkah, menekankan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas lapangan. “Melakukan setiap kegiatan harus safety dari alat dan badan,” ujarnya.

Kalimat tersebut mencerminkan prinsip dasar yang terus dibangun dalam latihan SAR, yakni kemampuan teknis harus selalu berjalan seiring dengan kesadaran keselamatan. Penggunaan alat, kesiapan tubuh, hingga ketelitian prosedur menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap simulasi penyelamatan.

Meski hanya diikuti lima peserta, latihan berlangsung intensif dengan pola pembinaan yang menekankan kualitas pemahaman dan ketepatan praktik. Bagi UKM Pramuka, latihan rutin seperti ini bukan sekadar agenda internal organisasi, melainkan proses membangun kader yang siap menghadapi kondisi lapangan secara nyata.

Di tengah meningkatnya kebutuhan relawan muda yang sigap dan terlatih, kegiatan SAR berbasis simulasi memberi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk memahami arti tanggung jawab, kerja sama, dan kesiapan menghadapi risiko. Dari area Tangga Besar UIN Malang, proses pembentukan mental tangguh itu dibangun melalui latihan kecil yang menuntut konsentrasi besar.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait