MIU Login

MAPALA TURSINA Latih Ketahanan dan Manajemen Lapangan melalui Praktik Divisi Gunung Hutan

Kemahasiswaan Universitas — Aktivitas alam bebas menuntut lebih dari sekadar kekuatan fisik. Kemampuan membaca medan, mengelola logistik, hingga menjaga stabilitas tim menjadi bagian penting yang menentukan keselamatan dalam perjalanan lapangan. Kesadaran terhadap pentingnya kesiapan tersebut mendorong MAPALA TURSINA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar praktik Divisi Gunung Hutan pada 9–10 Mei 2026 di kawasan Pegunungan Kawi.

Kegiatan yang diikuti lima anggota, yakni Gitel, Sekadas, Mokat, Japek, dan Ponco, difokuskan pada penguatan kemampuan teknis sekaligus pembentukan kesiapan mental anggota dalam menghadapi kondisi alam terbuka. Selama kegiatan berlangsung, peserta didampingi oleh Matras sebagai pendamping lapangan.

Berbeda dari kegiatan ruang kelas yang bertumpu pada teori, praktik gunung hutan menempatkan peserta langsung pada situasi nyata yang menuntut ketepatan pengambilan keputusan. Karena itu, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan teknik pendakian, tetapi juga kemampuan bertahan hidup dan pengelolaan perjalanan secara menyeluruh.

Peserta mempraktikkan berbagai materi dasar, mulai dari navigasi darat, manajemen perjalanan, pengaturan kebutuhan gizi, hingga survival. Seluruh materi diterapkan langsung di lapangan dengan menyesuaikan kondisi alam dan dinamika perjalanan selama kegiatan berlangsung.

Dalam praktik navigasi darat, peserta dilatih memahami pembacaan arah dan penentuan jalur perjalanan secara tepat. Sementara pada sesi survival, anggota dibimbing untuk membangun kesiapan menghadapi kondisi darurat di alam bebas dengan tetap memperhatikan prosedur keselamatan dan efektivitas kerja tim.

Pendamping kegiatan, Matras, menekankan bahwa aktivitas gunung hutan tidak dapat dijalankan secara individualistis. “Kegiatan gunung hutan bukan hanya soal mencapai tujuan, tetapi bagaimana menjaga kekompakan dan keselamatan seluruh tim selama perjalanan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan keorganisasian berbasis alam bebas memiliki nilai pembelajaran yang luas. Selain membentuk keterampilan teknis, kegiatan semacam ini juga melatih disiplin, kemampuan adaptasi, komunikasi, dan tanggung jawab kolektif dalam situasi lapangan.

Bagi MAPALA TURSINA, praktik Divisi Gunung Hutan menjadi bagian dari proses kaderisasi yang menekankan keseimbangan antara kemampuan teknis dan kesadaran etis dalam berinteraksi dengan alam. Pendekatan tersebut penting agar kegiatan lapangan tidak sekadar berorientasi pada pencapaian perjalanan, tetapi juga membangun sikap tanggap, terukur, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, anggota diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan lapangan secara tepat dalam berbagai aktivitas kepecintaalaman. Di tengah meningkatnya minat mahasiswa terhadap kegiatan alam bebas, kesiapan teknis dan budaya keselamatan menjadi fondasi utama yang tidak dapat diabaikan.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait