شؤون الطلاب بالجامعة — Sebanyak 53 siswa MA Hidayatul Mubtadi’in mengikuti Math Generation Social Initiative Event (MESOVENT) yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) “Integral” Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (20/8/2026). Bertempat di Aula MA Hidayatul Mubtadi’in, kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 13.30 WIB dengan menghadirkan pengenalan dunia perguruan tinggi sekaligus wawasan mengenai penerapan matematika dalam kehidupan nyata.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang berbagi bagi siswa kelas XII IPA dan IPS yang tengah berada pada fase menentukan pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sekolah menengah. Melalui MESOVENT, HMPS “Integral” Matematika memberikan informasi mengenai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya Program Studi Matematika, jalur masuk perguruan tinggi, fasilitas kampus, hingga gambaran kehidupan mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan briefing panitia, pemberangkatan, serta penataan lokasi kegiatan. Acara kemudian dibuka oleh MC, dilanjutkan tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua HMPS “Integral” Matematika dan Kepala MA Hidayatul Mubtadi’in, serta penyerahan cendera mata.
Setelah pembukaan, kegiatan memasuki sesi utama yang dipandu moderator. Kurnia Aulia Rahmah dan Naila Rajwa Azzahra selaku narasumber memberikan pemaparan mengenai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Program Studi Matematika, serta berbagai jalur masuk yang dapat ditempuh calon mahasiswa.
Tidak hanya memperkenalkan perguruan tinggi, sesi tersebut juga mengajak siswa melihat matematika dari perspektif yang lebih luas. Pemateri membahas penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dunia nyata, sehingga matematika tidak dipandang sebatas angka dan rumus, tetapi sebagai ilmu yang memiliki keterkaitan dengan berbagai persoalan dan bidang kehidupan.
Dalam pemaparannya, kedua narasumber juga menekankan bahwa pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak berhenti pada aspek akademik. Mahasiswa juga mendapatkan wawasan keislaman, pengalaman organisasi, keterampilan, serta berbagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.
“UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan wawasan keislaman, keterampilan, pengalaman organisasi, serta berbagai peluang untuk berkembang,” ungkap kedua narasumber.
Mereka juga mengajak siswa untuk tidak membatasi pandangan terhadap matematika hanya pada kemampuan berhitung.
“Matematika tidak hanya berkaitan dengan angka dan rumus, tetapi memiliki banyak penerapan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja. Siswa diharapkan dapat mengenali potensi diri, memanfaatkan kesempatan yang ada, dan terus mengembangkan kemampuan sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan,” lanjutnya.
Antusiasme siswa kemudian berlanjut dalam sesi sharing session bersama pengurus HMPS “Integral” Matematika. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh gambaran yang lebih dekat mengenai pengalaman mahasiswa, kehidupan perkuliahan, organisasi, serta proses beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.
Bagi siswa kelas XII, informasi semacam ini menjadi bekal penting dalam menentukan pilihan setelah lulus. Pengenalan yang diberikan tidak hanya membantu siswa memahami pilihan perguruan tinggi, tetapi juga mendorong mereka untuk mempertimbangkan pendidikan lanjutan berdasarkan minat, potensi, dan cita-cita yang dimiliki.
Ketua HMPS “Integral” Matematika, Kurnia Aulia Rahmah, turut mendorong agar kegiatan semacam MESOVENT dapat menjadi ruang kontribusi mahasiswa dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda.
Kegiatan MESOVENT ditutup setelah seluruh rangkaian acara selesai, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan konten sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar sesuai dengan rangkaian yang telah direncanakan.
Melalui MESOVENT, HMPS “Integral” Matematika tidak hanya memperkenalkan Program Studi Matematika dan lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tetapi juga menghadirkan ruang inspirasi bagi siswa untuk mulai merancang langkah pendidikan mereka. Dari ruang kelas sekolah, mahasiswa mengajak siswa melihat bahwa pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi merupakan bagian dari proses mempersiapkan masa depan dengan mengenali potensi dan peluang yang dimiliki.





