MIU Login

Bangun Kampus Aman dari Kekerasan, DEMA FKIK Gelar Sosialisasi ADVOCARE

شؤن الطلبة الجامعة — Upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman tidak dapat dilakukan hanya melalui regulasi, tetapi juga memerlukan kesadaran kolektif seluruh sivitas akademika. Atas dasar itu, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Sosialisasi ADVOCARE bertema “Kekerasan Seksual dan Bullying” pada 7–8 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 mahasiswa ini diselenggarakan secara hybrid di Basement Masjid Ali Ashobuni Kampus 2 dan melalui Zoom Meeting.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Divisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma) dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual dan perundungan, beserta dampak, mekanisme pencegahan, serta langkah penanganannya. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perlindungan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi, penguatan literasi mengenai hak, keamanan, dan penghormatan terhadap sesama dinilai menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

Kegiatan menghadirkan mahasiswa FKIK angkatan 2025, pengurus DEMA FKIK, serta panitia pelaksana. Materi disampaikan melalui sesi edukasi dan diskusi interaktif yang mendorong peserta memahami pentingnya membangun budaya kampus yang inklusif, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Ketua DEMA FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dimas Nurilhuda, menegaskan bahwa keberanian untuk menyampaikan persoalan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat.

“Melalui kegiatan Sosialisasi ADVOCARE ini, kami berharap seluruh mahasiswa FKIK dapat bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Besar harapan kami agar mahasiswa tidak takut untuk menyuarakan keresahan maupun permasalahan yang dialami, karena setiap individu berhak mendapatkan ruang yang aman serta dukungan yang baik di lingkungan akademik,” ujarnya.

 

Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Romi Faslah, M.Si., mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai langkah preventif dalam memperkuat budaya akademik yang berlandaskan penghormatan terhadap martabat manusia.

“Pencegahan kekerasan seksual dan perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran mahasiswa agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan saling menghormati. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami isu ini secara konseptual, tetapi juga berani menjadi bagian dari solusi ketika menemukan praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan etika akademik,” ungkapnya.

Melalui Sosialisasi ADVOCARE, DEMA FKIK berharap kesadaran mahasiswa terhadap isu kekerasan seksual dan perundungan terus meningkat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat upaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mewujudkan lingkungan pembelajaran yang aman, berintegritas, dan mendukung tumbuhnya budaya akademik yang sehat.

 

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait