شؤن الطلبة الجامعة – “First gathering ini menjadi langkah awal untuk menyamakan visi, memperjelas arah gerak, dan membangun komunikasi yang sehat antar divisi agar kepengurusan berjalan efektif dan terstruktur.”
Semangat tersebut mewarnai pelaksanaan First Gathering Pengurus HMPS Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) 2026 yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Sidang Student Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 55 pengurus baru sebagai tindak lanjut dari proses open recruitment yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai momentum awal dalam membangun fondasi kepengurusan yang solid. First gathering menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum strategis untuk memperkenalkan struktur organisasi, menyamakan pemahaman terkait grand design, serta mempertegas visi dan misi HMPS PIPS 2026. Melalui forum ini, diharapkan setiap pengurus memahami peran dan tanggung jawabnya sehingga program kerja ke depan dapat berjalan secara sistematis dan terarah.
Rangkaian acara dimulai dengan sesi perkenalan seluruh pengurus, dilanjutkan dengan pembahasan grand design organisasi dan arah kebijakan satu periode ke depan. Setelah itu, masing-masing divisi berkumpul untuk mendiskusikan orientasi kerja serta pembagian jobdesk secara rinci. Suasana kegiatan berlangsung komunikatif dan partisipatif, mencerminkan antusiasme pengurus dalam mengawali kepengurusan baru.
Ketua HMPS PIPS 2026, Kresna Adi Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang membangun chemistry dan komitmen bersama. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas divisi agar program yang dirancang mampu menjawab kebutuhan mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial secara akademik maupun non-akademik.
Sebagai penutup reflektif, Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Romi Faslah, M.Si., mengapresiasi inisiatif pengurus HMPS PIPS dalam mengawali kepengurusan dengan perencanaan yang matang. Ia menyampaikan bahwa organisasi mahasiswa yang kuat lahir dari kesamaan visi dan komunikasi yang efektif. “Awal yang baik akan menentukan kualitas perjalanan organisasi ke depan. Jika fondasinya kokoh dan sinergi terbangun sejak awal, maka program kerja akan lebih mudah direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa,” ungkapnya.





