Kemahasiswaan Universitas — Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menjadi pemenang dalam Business Pitching Competition padarangkaian MABIMS 2026. Kegiatan berlangsung di Brunei Darussalam. Capaian tersebut diraih Mirza Naashirotul Ummah dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan serta Shandyka Naraya Sukma dari Fakultas Humaniora.
Keduanya tampil sebagai perwakilan UIN Malang dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari negara-negara anggota MABIMS. Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan sekaligus mempresentasikan gagasan yang berangkat dari persoalan di lingkungan sekitar.
Dalam proses kompetisi, Mirza dan Shandyka tergabung dalam kelompok yang berbeda. Keduanya mengembangkan gagasan bisnis dengan mengangkat persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar dan menerjemahkannya menjadi solusi yang memiliki nilai pengembangan.
Shandyka bersama kelompoknya mengangkat Brunei Tour Guide Scheduling, sebuah gagasan yang menawarkan kemudahan bagi wisatawan dalam memperoleh informasi destinasi sekaligus menyusun perjalanan selama berada di Brunei Darussalam.
Menurut Shandyka, gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan wisatawan terhadap informasi perjalanan yang lebih praktis dan terarah. Kebutuhan itu kemudian dikembangkan menjadi konsep layanan yang dapat membantu wisatawan merencanakan perjalanan.
“Kami mencoba melihat persoalan dari sisi wisatawan, bagaimana mereka bisa mendapatkan informasi destinasi sekaligus menyusun perjalanan dengan lebih mudah. Dari situ kami mengembangkan konsep Brunei Tour Guide Scheduling,” katanya.
Sementara itu, Mirza bersama kelompoknya mengangkat persoalan akses kerja bagi lulusan baru. Gagasan yang dikembangkan berupa wadah yang mempertemukan fresh graduates dengan peluang pekerjaan dan program magang yang sesuai.
Gagasan tersebut berangkat dari tantangan yang dihadapi lulusan baru ketika mulai memasuki dunia kerja, khususnya dalam menemukan akses terhadap informasi pekerjaan dan kesempatan magang. Melalui konsep yang dikembangkan, kelompok Mirza mencoba menghadirkan ruang yang dapat mempertemukan lulusan baru dengan peluang yang relevan.
“Kami melihat fresh graduates membutuhkan akses yang lebih luas untuk menemukan pekerjaan dan kesempatan magang. Karena itu, kami mencoba menghadirkan sebuah wadah yang dapat mempertemukan mereka dengan peluang yang sesuai,” ujar Mirza.
Capaian keduanya menunjukkan kemampuan mahasiswa UIN Malang dalam membawa gagasan ke forum internasional. Lebih dari sekadar kompetisi, Business Pitching Competition menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, kemampuan analisis, komunikasi, serta keberanian menyampaikan gagasan di hadapan peserta dari lingkungan internasional.
International Office UIN Malang menyampaikan apresiasi atas pencapaian Mirza dan Shandyka. Prestasi tersebut dinilai menjadi bagian dari kiprah mahasiswa UIN Malang dalam memperluas pengalaman, jejaring, dan kapasitas di tingkat global.
Bagi UIN Malang, capaian ini sekaligus menjadi catatan positif dalam pengembangan prestasi mahasiswa di ranah internasional. Gagasan yang lahir dari persoalan sederhana di sekitar dapat berkembang menjadi inovasi ketika dipertajam melalui proses kolaborasi dan dipresentasikan dalam ruang kompetitif.
Prestasi Mirza dan Shandyka menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Malang memiliki ruang untuk membawa ide dan kompetensinya ke panggung global. Kemenangan dalam Business Pitching Competition MABIMS 2026 menjadi pijakan bagi semakin banyak mahasiswa untuk berani mengembangkan gagasan, membangun jejaring internasional, dan menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat.





