{"id":26005,"date":"2026-08-21T10:27:19","date_gmt":"2026-08-21T10:27:19","guid":{"rendered":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/?p=26005"},"modified":"2026-08-21T10:28:43","modified_gmt":"2026-08-21T10:28:43","slug":"kepala-biro-aupk-uin-malang-pesan-mahasiswa-baru-tak-berlama-lama-di-s1-fokus-semangat-dan-jadi-yang-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/kepala-biro-aupk-uin-malang-pesan-mahasiswa-baru-tak-berlama-lama-di-s1-fokus-semangat-dan-jadi-yang-terbaik\/","title":{"rendered":"Kepala Biro AUPK UIN Malang Pesan Mahasiswa Baru Tak Berlama-lama di S1: Fokus, Semangat, dan Jadi yang Terbaik"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"26005\" class=\"elementor elementor-26005\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-29b85519 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"29b85519\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-580e3a47 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"580e3a47\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Kemahasiswaan Universitas<\/strong> \u2014 \u201cJangan kuliah di sini terlalu lama.\u201d Pesan itu terdengar sederhana, tetapi disampaikan dengan nada penuh semangat oleh <strong>Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Mukhtar Hazwawi, M.Ag.<\/strong>, kepada mahasiswa baru dalam rangkaian <strong>Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang 2026<\/strong>.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Di hadapan mahasiswa baru, ia mendorong mereka menyelesaikan pendidikan sarjana secara efektif agar memiliki waktu lebih panjang untuk melanjutkan ke jenjang magister dan doktoral.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan lama di S1. Kalau bisa maksimal tiga tahun setengah,\u201d pesannya.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Bagi Mukhtar, cepat menyelesaikan studi bukan sekadar soal mengejar waktu. Ia mengaitkannya dengan efisiensi, kesempatan belajar lebih lanjut, dan kesiapan mahasiswa untuk mengambil peran yang lebih besar di tengah masyarakat.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Ia bahkan menjadikan perjalanan akademiknya sebagai contoh. Sebagai alumni UIN Malang yang saat itu masih bernama IAIN Sunan Ampel Malang, Mukhtar mengaku menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu sekitar tiga tahun delapan bulan. Pendidikan magister ditempuh sekitar 16 bulan, sedangkan doktoral diselesaikan dalam dua tahun delapan bulan.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya tidak kalau tidak bisa terbaik nilai saya, maka tercepat. Itu kunci,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, mahasiswa tidak harus selalu menjadi yang terbaik dalam hal nilai. Namun, jika belum mampu menjadi yang terbaik, mahasiswa tetap dapat berusaha menjadi yang tercepat dengan tetap menjaga kualitas akademik.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Ia membayangkan, jika pendidikan sarjana dapat diselesaikan lebih cepat, mahasiswa memiliki kesempatan untuk segera melanjutkan studi. Dengan perencanaan yang baik, seseorang dapat menyelesaikan pendidikan hingga doktoral pada usia relatif muda dan kemudian mengambil peran lebih luas di masyarakat.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u201cKetika usia 22 sudah S2, maka ditambah tiga tahun S3, alias kalian 25\u201326 tahun bisa doktor,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" style=\"text-align: justify;\"><strong>\u201cKalian Tidak Salah Kuliah di Sini\u201d<\/strong><\/h3>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Pesan Mukhtar kepada mahasiswa baru tidak hanya berbicara tentang masa studi. Sebagai alumni, ia juga ingin menanamkan keyakinan bahwa keputusan mahasiswa memilih UIN Malang sebagai tempat menuntut ilmu bukanlah pilihan yang keliru.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Ia mengenang dirinya sebagai anak desa dari Madiun yang kemudian menempuh pendidikan di Malang. Dari kampus yang dahulu bernama IAIN Sunan Ampel Malang itu, ia melihat banyak alumni yang kemudian mengambil peran di berbagai bidang kehidupan.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut sejumlah tokoh nasional yang memiliki latar belakang pendidikan dari kampus tersebut sebagai gambaran panjang perjalanan alumni UIN Malang.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi kalian tidak salah kuliah di sini hari ini,\u201d katanya.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Mukhtar, kampus bukan hanya tempat mendapatkan gelar, tetapi juga ruang untuk menyiapkan diri mengambil peran di masa depan. Ia bahkan membayangkan di antara mahasiswa baru yang hadir saat itu kelak akan ada yang menjadi anggota legislatif, kepala daerah, menteri, bahkan pemimpin nasional.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Harapan itu, tentu saja, membutuhkan proses. Karena itu, mahasiswa diminta tidak menjalani kuliah dengan setengah hati.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan setengah-setengah kuliah di UIN Malang. Kalau iya, ya sekalian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai pejabat yang membidangi administrasi umum, perencanaan, keuangan, dan kepegawaian, Mukhtar juga menyampaikan bahwa mahasiswa tidak perlu ragu menyampaikan persoalan administratif maupun keuangan yang mereka hadapi melalui jalur yang tersedia.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut sejumlah skema beasiswa yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, termasuk <strong>KIP Kuliah<\/strong> dan berbagai beasiswa dari lembaga perbankan maupun sumber lainnya.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, dalam kondisi tertentu, kampus juga dapat memberikan bentuk keringanan sepanjang memiliki dasar hukum yang jelas.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Pesan tersebut menunjukkan bahwa persoalan finansial tidak semestinya membuat mahasiswa berhenti mengejar pendidikan. Mahasiswa yang memiliki kendala diminta mencari solusi melalui mekanisme resmi yang disediakan universitas.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Mukhtar mengingatkan mahasiswa agar menyampaikan persoalan terkait fasilitas, makanan, air, maupun layanan perkuliahan melalui jalur yang benar.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Ia juga menitipkan pesan tentang etika bermedia sosial. Jika mahasiswa menemukan kekurangan, persoalan tersebut sebaiknya terlebih dahulu dibicarakan secara internal dengan pihak yang berwenang, mulai dari musyrif dan musyrifah, murabbi dan murabiyah, kakak tingkat, ketua kelas, dosen, hingga pihak kampus.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, ketika membagikan informasi tentang kampus di media sosial, ia berharap mahasiswa ikut menyebarkan hal-hal positif.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau bermedsos, viralkan yang baik-baik dari UIN Malang. Yang baik-baik itu berikan untuk dunia,\u201d pesannya.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan tersebut, Mukhtar juga memperkenalkan perkembangan kawasan pendidikan UIN Malang kepada mahasiswa baru. Selain Kampus 1, universitas memiliki Kampus 2 di kawasan Areng-Areng, Junrejo, yang antara lain digunakan untuk pendidikan pascasarjana dan program tertentu.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Ada pula Kampus 3 di kawasan Kota Batu yang menjadi salah satu pengembangan besar UIN Malang, serta kawasan yang masih dalam proses pembangunan untuk pengembangan <strong>agropark dan agrokompleks<\/strong>, termasuk bidang perikanan dan kelautan.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, pengembangan berbagai kawasan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang UIN Malang untuk terus tumbuh dan memperluas kapasitasnya.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, Mukhtar meminta mahasiswa baru menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk bergerak serius sejak awal. Tidak menunda-nunda, tidak menjalani perkuliahan dengan setengah hati, dan tidak takut menetapkan target.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\"><strong>\u201cSemangat, fokus, dan lakukan yang terbaik,\u201d<\/strong> pesannya.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Bagi mahasiswa baru UIN Malang, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik harus dimulai dengan niat yang kuat. Sebab, waktu di perguruan tinggi bukan sekadar masa menunggu kelulusan, melainkan kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemahasiswaan Universitas \u2014 \u201cJangan kuliah di sini terlalu lama.\u201d Pesan itu terdengar sederhana, tetapi disampaikan dengan nada penuh semangat oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Mukhtar Hazwawi, M.Ag., kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang 2026. Di hadapan mahasiswa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26006,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-26005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26005"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26011,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26005\/revisions\/26011"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}