Kemahasiswaan Universitas – Suasana akademik di UIN Malang beranjak hangat, Kamis (13/11/2025). Bukan karena cuaca, melainkan karena perhelatan Debat Dialogis Calon Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) serta Calon Anggota Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas. Acara yang diselenggarakan oleh KPU Universitas di Aula Gedung C ini menjadi panggung utama bagi para kandidat untuk “menjual” ide dan gagasan mereka kepada konstituen mahasiswa.
Mengusung tema menantang, “Revitalisasi Gerakan Organisasi Mahasiswa dari Seremonial Menuju Gerakan Substansial”, debat ini seolah menjadi kritik tajam terhadap kondisi pergerakan mahasiswa saat ini. Tema tersebut menuntut para calon pemimpin mahasiswa untuk tidak hanya pandai beretorika, tetapi juga menawarkan solusi konkret yang relevan.
Dua pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua DEMA bertarung ide di arena tersebut:
- Paslon Nomor Urut 1: Ahmad Ghozali Abbas dan M. Fahrizal Maulana
- Paslon Nomor Urut 2: Pujianto dan M. Farhan
Di hadapan mahasiswa dan panelis, kedua paslon memaparkan visi, misi, dan program kerja yang diklaim mampu mentransformasi gerakan mahasiswa di kampus. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi para mahasiswa untuk menelisik lebih dalam, siapa yang benar-benar siap memimpin, dan siapa yang hanya akan melanjutkan tradisi “seremonial” belaka.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Triyo Supriyatno, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga marwah kampus. “Kondusivitas kampus dan kerukunan mahasiswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Pemilwa ini,” pesannya, mengingatkan bahwa di balik panasnya kompetisi, persatuan tetap nomor satu.
Kini, panggung telah usai. Debat telah usai. KPU Universitas mengumumkan tahapan selanjutnya:
- 14—16 November 2025: Masa Tenang.
- 17 November 2025: Puncak Pemilwa, Pemungutan Suara melalui E-Vote
Siapakah yang akan merevitalisasi gerakan mahasiswa di UIN Malang? Jawabannya akan ditentukan melalui bilik suara elektronik dalam hitungan hari. Sukses untuk Pemilwa UIN Malang 2025!





