Kemahasiswaan Universitas – Seluruh panitia kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2025, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, berkumpul dalam rapat evaluasi di Aula Pertemuan Gedung Rektorat lantai III, Rabu (17/9). Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan PBAK yang telah sukses diselenggarakan pada 17—22 Agustus 2025 di kampus 1 dan kampus 3.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Triyo Supriyatno, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan dan sikap panitia dalam pelaksanaan PBAK di masa mendatang. “Fasilitas dan layanan untuk mahasiswa baru harus ditingkatkan. Selain itu, perilaku panitia dari unsur mahasiswa, baik dari segi ucapan maupun penampilan, perlu diperbaiki,” tegasnya.
Triyo juga menyarankan agar panitia mahasiswa diberi pelatihan atau pembinaan khusus sebelum kegiatan PBAK dimulai. Ia berpesan agar panitia selalu bersikap humanis dalam menghadapi setiap kendala yang dialami peserta. Terkait kelulusan peserta, Triyo mengimbau agar tidak kaku hanya berdasarkan dokumen di sistem, melainkan memperhatikan latar belakang mengapa ada mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan. “Kelulusan harus lebih humanis. Kita harus mencari tahu mengapa peserta tidak dapat hadir, bisa jadi karena urusan penting yang tidak dapat ditinggalkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK), Muhtar Hazawawi, selaku Ketua Panitia Pelaksana PBAK 2025, menyampaikan beberapa poin penting untuk perbaikan di masa depan. Muhtar menyoroti perlunya penyusunan anggaran yang lebih detail agar tidak terjadi perubahan dalam pelaksanaan. Ia juga mengusulkan agar posisi Ketua Panitia PBAK tidak harus dipegang oleh Kepala Biro, tetapi dapat diserahkan kepada Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan atau Ketua Pokja Kemahasiswaan.
Terkait administrasi, Muhtar menekankan pentingnya penerbitan SK Panitia PBAK sebelum kegiatan dimulai. Hal ini untuk memastikan persiapan berjalan lebih terstruktur. Ia juga mengapresiasi pemberian konsumsi kepada peserta yang sudah berjalan baik dengan porsi dua kali makan dan satu kali kudapan.
Mengenai kelulusan peserta, Muhtar mendukung sikap humanis. “Peserta yang mengikuti PBAK harus diluluskan. Jangan sampai ada yang tidak lulus hanya karena tidak mengunggah tugas di sistem,” ujarnya. Ia meminta agar panitia lebih proaktif mengecek alasan di balik ketidakpatuhan tersebut.
Untuk pelaksanaan PBAK tahun 2026, Muhtar memberikan arahan agar penugasan dibuat lebih sederhana dan menyenangkan bagi mahasiswa baru. “Mari kita buat PBAK tahun depan menjadi pengalaman yang lebih positif dan berkesan,” pungkasnya, menutup rapat evaluasi yang dihadiri seluruh panitia dari berbagai unsur tersebut.





