MIU Login

Daftar warek3

UIN Maliki Malang Menuju Pusat Talenta Internasional

Oleh: Triyo Supriyatno, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang – Gagasan bahwa perguruan tinggi harus berorientasi global bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak. Di tengah arus mobilitas tenaga kerja internasional yang semakin terbuka, kampus tidak cukup hanya mencetak lulusan yang unggul di tingkat lokal. Mereka harus

Filsafat Ibu dalam Kehidupan: Dari Rahim Cinta hingga Cahaya Akal Budi

Oleh. Prof Triyo SupriyatnoWakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim MalangDalam kehidupan manusia, ibu bukan sekadar peran biologis, melainkan sebuah filsafat hidup. Ia adalah sumber pertama pengetahuan, sekolah awal nilai, dan ruang aman bagi pertumbuhan akal sekaligus nurani. Filsafat ibu tidak selalu lahir dari buku tebal atau ruang akademik, tetapi

Ayah dalam Pelangi Kehidupan

Oleh: Triyo Supriyatno, Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim MalangDi antara warna-warni kehidupan, ada satu warna yang kerap terlupakan dalam palet kasih sayang manusia: warna ayah. Jika ibu diibaratkan sebagai pelangi lembut yang memberi kesejukan dan kehangatan, maka ayah adalah langit yang menampung pelangi itu — luas, diam, tetapi

Santri: Pilar Moral dan Intelektual Bangsa (Opini memperingati Hari Santri Nasional 2025)

Oleh: Triyo Supriyatno Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional, sebuah momentum reflektif yang menegaskan kontribusi santri dalam sejarah dan kebangsaan. Hari ini bukan sekadar perayaan seremonial di pesantren, tetapi merupakan pengakuan historis atas peran santri sebagai penjaga

Pesantren di Indonesia dan Benteng Moral Bangsa

Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan) – Di tengah arus globalisasi yang kian deras, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga moralitas dan karakter bangsanya. Fenomena degradasi moral, seperti korupsi, intoleransi, kekerasan, dan penyalahgunaan teknologi digital, menjadi cermin bahwa pendidikan formal semata tidak cukup membentengi generasi muda

Berita Terbaru