MIU Login

Delegasi Pramuka UIN Malang Raih Posisi 5 Besar Nasional dalam Business Plan Competition 2026

Kemahasiswaan Universitas — Kompetisi ide bisnis di tingkat perguruan tinggi kini tidak lagi hanya menjadi ruang adu gagasan ekonomi semata, melainkan arena pembuktian kapasitas mahasiswa dalam membaca persoalan sosial dan menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah ketatnya persaingan tersebut, UKM Pramuka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menunjukkan daya saingnya melalui capaian membanggakan dalam ajang Business Plan Competition 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Putra Surabaya.

Delegasi UKM Pramuka UIN Malang yang tergabung dalam Tim Pioneer Squad berhasil meraih posisi lima besar nasional di tengah persaingan ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Kompetisi bertema “Business Idea as a Mantra of Innovation and Creativity for Young Generation” tersebut diikuti sebanyak 143 tim dari berbagai kampus, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, hingga Universitas Airlangga.

Tim Pioneer Squad yang beranggotakan Muhammad Raihan Anwari dan Fina Fiaf Al Kholilah mengusung inovasi bertajuk “Applenzyme” pada kategori budidaya dan lingkungan. Gagasan tersebut berfokus pada pengembangan inovasi berbasis keberlanjutan lingkungan yang relevan dengan tantangan pengelolaan sumber daya dan kebutuhan masyarakat modern.

Kompetisi dilaksanakan melalui sejumlah tahapan seleksi ketat, mulai dari pengumpulan Business Model Canvas (BMC), seleksi proposal bisnis, hingga presentasi grand final di hadapan dewan juri nasional. Menariknya, berdasarkan hasil penilaian akhir, Pioneer Squad justru mencatat skor tertinggi pada beberapa komponen inti penilaian yang berkaitan dengan kekuatan konsep dan substansi inovasi bisnis. Tim UIN Malang memperoleh nilai 12,50 pada dua indikator utama, melampaui sejumlah finalis dari kampus-kampus besar yang dikenal memiliki ekosistem kewirausahaan dan teknologi yang kuat.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas inovasi mahasiswa UIN Malang mampu bersaing secara substansial, bukan sekadar menjadi peserta pelengkap kompetisi nasional. Selisih nilai akhir antarfinalis pun berlangsung sangat tipis. Pioneer Squad memperoleh total skor 83,43, hanya terpaut sekitar 0,37 poin dari Universitas Ciputra dan kurang dari satu poin dari tim Institut Pertanian Bogor yang berada di posisi ketiga.

Mayoritas finalis dalam kompetisi ini membawa isu besar terkait keberlanjutan lingkungan, transformasi digital, hingga inovasi sosial berbasis teknologi. Dalam situasi tersebut, keberhasilan delegasi UIN Malang mempertahankan posisinya di jajaran lima besar nasional memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam membaca kebutuhan zaman sekaligus menerjemahkannya menjadi solusi yang aplikatif dan kompetitif.

Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa anggota organisasi mahasiswa, termasuk Pramuka, tidak hanya berkembang dalam aspek kepemimpinan dan pengabdian sosial, tetapi juga mampu membangun kapasitas inovasi dan kewirausahaan berbasis akademik. Kultur organisasi yang kolaboratif dan adaptif menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk keberanian mahasiswa untuk berkompetisi di ruang nasional.

Pusat Kemahasiswaan UIN Malang memandang capaian tersebut sebagai bagian dari tumbuhnya kultur mahasiswa yang progresif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Prestasi di bidang bisnis dan inovasi menjadi indikator bahwa ruang pengembangan mahasiswa semakin terbuka lintas disiplin keilmuan. Ke depan, kampus berharap semakin banyak mahasiswa yang berani membawa gagasan ke ruang kompetisi, membangun jejaring kolaboratif, serta menghadirkan karya yang berdampak bagi masyarakat dan dunia industri.

 

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait