MIU Login

Menata Ulang Arah Gerak DEMA FKIK 2026 sebagai Pilar Reformasi Tata Kelola Mahasiswa Kesehatan

Kemahasiswaan UniversitasDi tengah kompleksitas pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan yang semakin menuntut profesionalisme, organisasi mahasiswa tidak bisa lagi berjalan dengan pola kerja seremonial dan sporadis. Mahasiswa FKIK menghadapi tekanan akademik yang ketat, dinamika regulasi profesi kesehatan, serta tuntutan penguatan soft skills kepemimpinan dan manajemen. Dalam konteks inilah Rapat Kerja Dewan Eksekutif Mahasiswa FKIK 2026 memperoleh relevansi strategis—bukan sekadar forum internal, tetapi ruang perumusan arah kebijakan kemahasiswaan yang berdampak langsung pada kultur akademik fakultas.

Raker yang berlangsung Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 08.00–14.00 WIB di Hall Auditorium Lantai 3 Gedung Ar Rahim FKIK Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini diikuti 83 peserta. Di bawah kepemimpinan Dimas Nurilhuda, setiap departemen mempresentasikan rancangan program kerja satu periode ke depan dengan penekanan pada indikator capaian, relevansi kebutuhan mahasiswa, serta kesinambungan dengan visi fakultas. Diskusi berlangsung kritis dan substantif hingga akhirnya forum menetapkan serta mengesahkan program kerja sebagai komitmen kolektif organisasi.

Secara analitis, Raker ini menjawab problem klasik organisasi mahasiswa di bidang kesehatan, yakni lemahnya integrasi program dengan arah strategis fakultas dan kurangnya pengukuran dampak kegiatan. Dalam lanskap pendidikan tinggi yang semakin menuntut akuntabilitas dan profesionalisme, organisasi mahasiswa di fakultas kesehatan dituntut menampilkan standar kerja yang selaras dengan karakter keilmuan mereka. Ketika perencanaan berbasis indikator dan evaluasi diperkuat, maka yang dibangun bukan hanya daftar kegiatan, melainkan kredibilitas organisasi di ruang akademik.

Ketua DEMA FKIK, Dimas Nurilhuda, menegaskan dalam forum tersebut, “Rapat Kerja ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi fondasi utama arah gerak DEMA FKIK beserta DEPSUS SENIOR dan FDI Al Fath selama satu periode. Besar harapan kami, setiap program yang dirancang mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa FKIK.” Seorang peserta pun mengakui perubahan cara pandangnya setelah mengikuti diskusi intensif tersebut. “Saya baru menyadari bahwa setiap program harus punya ukuran keberhasilan yang jelas. Kalau tidak, kita hanya sibuk tanpa arah,” ujarnya. Kepala Pusat Kemahasiswaan Universitas menilai bahwa forum perencanaan yang berbasis evaluasi dan indikator kinerja merupakan bagian dari reformasi pembinaan organisasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa, khususnya di fakultas kesehatan, harus menjadi contoh tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berdampak, sehingga budaya kepemimpinan yang tumbuh di dalamnya sejalan dengan standar akademik universitas.

Apabila konsistensi implementasi dijaga sepanjang periode kepengurusan, Raker DEMA FKIK 2026 berpotensi menjadi titik tolak transformasi kelembagaan yang lebih sistemik. Di tengah tuntutan profesionalisme dunia kesehatan, mahasiswa yang terbiasa bekerja dengan perencanaan matang, indikator jelas, dan evaluasi terstruktur akan lebih siap memasuki ekosistem profesi. Dengan demikian, arah gerak yang dirumuskan dalam forum ini tidak berhenti pada lingkup organisasi, tetapi berkontribusi pada pembentukan karakter tenaga kesehatan yang visioner, adaptif, dan berintegritas.

Berita Terkait