Kemahasiswaan Universitas – Pagi itu, Gedung A ruang 106 dipenuhi wajah-wajah penuh semangat dari dua puluh anggota Dewan Racana, PASUSKA, dan UBS. Duduk melingkar dengan seragam kebanggaan, mereka tidak sekadar hadir sebagai pengurus baru, tetapi sebagai pribadi-pribadi yang bersiap memikul tanggung jawab satu masa bhakti ke depan. Diskusi berjalan hangat, sesekali diselingi tawa ringan dan pertanyaan kritis, menghadirkan suasana belajar yang hidup sekaligus reflektif pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Upgrading yang diselenggarakan UKM Pramuka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjadi langkah awal penguatan kapasitas pengurus periode 2026. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari pembina satuan, Kak Saiful Hikmah, M.Ag., yang menegaskan, “Upgrading sangat penting bagi pengurus sebelum menjalankan program kerja sampai akhir periode, sehingga diharapkan para pengurus bisa mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan nantinya mampu mengaplikasikan materi-materi yang telah diberikan.” Sesi inti kemudian diisi oleh para pelatih sesuai bidang keahlian masing-masing, mulai dari manajemen risiko oleh Kak Jauzi, M.Si., public speaking oleh Kak Rofiqotul Fitriyati, S.S., kepemimpinan dan manajemen organisasi oleh Kak Haydar, S.H., manajemen keuangan oleh Kak Rr. Suci Palasari, M.M., hingga manajemen administrasi oleh Kak Rusma Tamami, M.Pd. Dalam salah satu sesi, disampaikan bahwa “manajemen risiko menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan antisipasi terhadap setiap hambatan agar program kerja berjalan efektif dan terukur.”
Bagi para peserta, materi-materi tersebut terasa relevan dengan realitas organisasi yang mereka hadapi. Salah seorang anggota mengaku semakin memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memimpin kegiatan, tetapi juga soal ketelitian administrasi dan transparansi keuangan. Diskusi interaktif membuat mereka saling berbagi pengalaman tentang tantangan periode sebelumnya, sekaligus merumuskan langkah perbaikan untuk masa bhakti 2026. Momen buka bersama yang menutup rangkaian kegiatan menghadirkan suasana kekeluargaan yang semakin menguatkan solidaritas di antara mereka.
Kepala Pusat Kemahasiswaan Universitas menilai kegiatan upgrading sebagai bagian penting dari proses pembinaan kepemimpinan mahasiswa. Ia menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan ruang praktik nilai integritas, disiplin, serta kerja sama tim yang tidak selalu diperoleh di ruang perkuliahan. Penguatan kapasitas seperti ini dinilai sejalan dengan arah strategis universitas dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam kepemimpinan dan manajemen organisasi.
Menjelang akhir kegiatan, para peserta meninggalkan ruangan dengan membawa perspektif baru tentang amanah yang mereka emban. Upgrading ini bukan hanya forum transfer pengetahuan, tetapi proses peneguhan komitmen dan karakter. Dari ruang 106, tumbuh keyakinan bahwa dengan perencanaan yang matang, kolaborasi yang solid, dan tanggung jawab yang terjaga, masa bhakti 2026 dapat dijalani dengan lebih terarah dan berdampak bagi UKM Pramuka maupun lingkungan kampus secara lebih luas.





