Kemahasiswaan Universitas - Sebanyak 150 calon anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga (UKM UNIOR) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti Diklat Lapangan selama tiga hari, pada 24–26 Oktober 2025. Bertempat di tengah sejuknya hutan pinus Precet Forest Park, Wagir, Malang, diklat ini menjadi puncak dari rangkaian Penerimaan Anggota Baru (PAB) 2025 yang bertujuan mengukuhkan para peserta menjadi bagian dari keluarga besar UKM Unior. Di bawah naungan pepohonan yang rindang, para calon anggota ditempa untuk mengasah tidak hanya keterampilan fisik, tetapi juga mental, solidaritas, dan rasa tanggung jawab. "Kami berharap melalui diklat ini, para calon anggota dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan, serta komitmen untuk terus berkontribusi dan berprestasi dalam pengembangan olahraga di lingkungan kampus," ujar Ketua UKM UNIOR, Agil.Selama tiga hari penuh, para peserta menerima beragam materi dari para alumni, pembina, serta pelatih yang berpengalaman. Materi yang diberikan mencakup wawasan keolahragaan, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai tersebut melalui berbagai simulasi dan tantangan. Suasana dinginnya malam di Precet Forest Park tak menyurutkan semangat para peserta untuk tetap fokus pada setiap sesi pelatihan. Semangat kebersamaan semakin erat terjalin saat mereka berbagi tawa, lelah, dan pengalaman berharga. Diklat ini menjadi momen penting bagi para peserta untuk membuktikan kesiapan mereka menjadi anggota penuh yang berintegritas dan siap berkontribusi. Dengan suksesnya Diklat Lapangan ini, UKM UNIOR UIN Malang optimis akan lahirnya generasi baru atlet mahasiswa yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki karakter kuat dan semangat kekeluargaan yang tinggi.

Selama tiga hari penuh, para peserta menerima beragam materi dari para alumni, pembina, serta pelatih yang berpengalaman. Materi yang diberikan mencakup wawasan keolahragaan, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai tersebut melalui berbagai simulasi dan tantangan.



