Kemahasiswaan Universitas – Dinamika pendidikan tinggi yang semakin menuntut keunggulan akademik dan kompetensi profesional, ada satu dimensi yang tidak boleh terpinggirkan: sensitivitas sosial mahasiswa. Kampus bukan sekadar ruang transfer ilmu, melainkan juga ruang pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab kemasyarakatan. Tantangan inilah yang mendorong organisasi mahasiswa untuk tidak hanya aktif dalam diskursus intelektual, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kepedulian.
Kesadaran tersebut tercermin dalam program kerja Lentera Kasih yang diinisiasi Divisi Religius HMPS Perbankan Syariah pada Selasa, 3 Maret 2026, di Panti Asuhan Sunan Ampel, Malang. Dengan melibatkan 15 panitia pelaksana, 6 BPH, 15 volunteer, serta 10 anggota HMPS yang turut mendukung kegiatan, program ini menghadirkan ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam semangat berbagi di bulan Ramadan. Kegiatan ini juga berhasil menjaring relawan lintas kampus dari Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang, serta menggalang infaq sebesar Rp2.200.000 sebagai bentuk solidaritas kolektif. Pendekatan yang digunakan tidak sekadar kunjungan simbolik, tetapi interaksi langsung yang menumbuhkan kedekatan emosional dan pembelajaran sosial bagi para peserta.
Dalam perspektif yang lebih luas, kegiatan semacam ini menjawab kebutuhan strategis pendidikan tinggi yang menekankan penguatan nilai kemanusiaan, kepemimpinan kolaboratif, serta integrasi antara ilmu dan pengabdian sosial. Mahasiswa Perbankan Syariah tidak hanya belajar konsep ekonomi berbasis nilai, tetapi juga mempraktikkan prinsip kepedulian dan kebermanfaatan dalam kehidupan nyata. Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa organisasi mahasiswa dapat menjadi jembatan antara ruang akademik dan realitas sosial—sebuah arah yang sejalan dengan upaya universitas dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang berkarakter, inklusif, dan berdampak.
Selviana Nur Hidayatu selaku CO Divisi Religius menilai bahwa keberhasilan program ini lahir dari koordinasi dan komitmen kolektif seluruh tim. Ia menyampaikan, “Program Lentera Kasih merupakan salah satu bentuk komitmen Divisi Religius dalam menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, serta semangat berbagi di lingkungan organisasi. Koordinasi antara panitia dan volunteer berjalan dengan cukup efektif mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga kegiatan ini mampu memberikan dampak positif dan manfaat yang nyata.” Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda simbolik, melainkan menjadi ruang pembelajaran sosial yang terus berkembang di masa mendatang.
Lentera Kasih pada akhirnya bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi pernyataan nilai bahwa kepedulian adalah bagian dari identitas mahasiswa. Dalam refleksi yang disampaikan Ketua HMPS Perbankan Syariah, Aisyah Rabbaniyyah, keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi mampu melampaui keterbatasan waktu dan sumber daya. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, seraya menegaskan pesan yang menjadi ruh kegiatan ini: “Terima kasih juga pada tiap Insan yang berbesar hati menyisihkan sedikit rezekinya untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah ini. Semoga perbuatan baik yang kita tanamkan akan kembali pada diri sendiri. Aamiin.” Dengan semangat tersebut, Lentera Kasih menjadi simbol bahwa transformasi mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan mereka menyalakan cahaya kepedulian bagi sesama.





