{"id":24660,"date":"2026-05-19T06:36:08","date_gmt":"2026-05-19T06:36:08","guid":{"rendered":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/?p=24660"},"modified":"2026-05-19T06:39:21","modified_gmt":"2026-05-19T06:39:21","slug":"latihan-artikulasi-ukm-teater-k2-jadi-ruang-penguatan-ekspresi-dan-kepekaan-bermain-peran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/latihan-artikulasi-ukm-teater-k2-jadi-ruang-penguatan-ekspresi-dan-kepekaan-bermain-peran\/","title":{"rendered":"Latihan Artikulasi UKM Teater K2 Jadi Ruang Penguatan Ekspresi dan Kepekaan Bermain Peran"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"24660\" class=\"elementor elementor-24660\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5b43436f e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"5b43436f\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-51a75e71 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"51a75e71\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kemahasiswaan Universitas \u2014<\/strong> Kemampuan menyampaikan dialog secara jelas dan ekspresif menjadi salah satu fondasi utama dalam seni pertunjukan. Di tengah berkembangnya ruang kreatif mahasiswa, proses latihan dasar seperti artikulasi tetap memiliki peran penting dalam membentuk kualitas aktor, kemampuan komunikasi, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan publik. Atas dasar itu, UKM Teater Komedi Kontemporer UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar latihan artikulasi pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Galeri 86 Teater K2<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang diikuti lima anggota tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan internal organisasi dalam memperkuat kemampuan dasar seni peran sekaligus membangun kultur latihan yang disiplin dan berkelanjutan. Fokus latihan diarahkan pada teknik pengucapan, pengolahan vokal, pengendalian intonasi, serta kejelasan penyampaian dialog agar pesan pertunjukan dapat diterima secara utuh oleh penonton.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-24653 alignleft\" src=\"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/KONTEMPORER-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/KONTEMPORER-300x225.jpeg 300w, https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/KONTEMPORER-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/KONTEMPORER-768x576.jpeg 768w, https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/KONTEMPORER-16x12.jpeg 16w, https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/KONTEMPORER.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Pelatih UKM Teater Komedi Kontemporer, Ubaidillah, menjelaskan bahwa latihan artikulasi memiliki peran penting dalam membentuk kualitas aktor, terutama dalam membangun rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi di ruang publik.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cArtikulasi bukan hanya soal berbicara dengan jelas, tetapi bagaimana seorang aktor mampu menghadirkan emosi, makna, dan energi dalam setiap dialog yang disampaikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menjadi ruang latihan teknis, kegiatan ini juga menjadi media pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang seni dan budaya. Proses latihan teater dinilai mampu melatih sensitivitas sosial, kemampuan bekerja sama, hingga keberanian dalam menyampaikan gagasan secara kreatif dan komunikatif.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi UKM Teater Komedi Kontemporer, latihan rutin semacam ini merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem seni pertunjukan kampus agar tetap hidup, progresif, dan relevan dengan perkembangan ruang kreatif mahasiswa saat ini. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, organisasi berharap anggota tidak hanya berkembang sebagai pelaku seni, tetapi juga sebagai mahasiswa yang memiliki kemampuan komunikasi dan ekspresi yang baik di tengah dinamika kehidupan akademik.<\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:<br \/>Instagram\/FB\/TikTok: @kemahasiswaanuinmlg<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemahasiswaan Universitas \u2014 Kemampuan menyampaikan dialog secara jelas dan ekspresif menjadi salah satu fondasi utama dalam seni pertunjukan. Di tengah berkembangnya ruang kreatif mahasiswa, proses latihan dasar seperti artikulasi tetap memiliki peran penting dalam membentuk kualitas aktor, kemampuan komunikasi, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan publik. Atas dasar itu, UKM Teater Komedi Kontemporer UIN [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24652,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-24660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24660"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24670,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24660\/revisions\/24670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}