{"id":24651,"date":"2026-05-19T06:28:03","date_gmt":"2026-05-19T06:28:03","guid":{"rendered":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/?p=24651"},"modified":"2026-05-19T06:29:23","modified_gmt":"2026-05-19T06:29:23","slug":"penutupan-diklat-xxvii-ukm-seni-religius-tegaskan-makna-kaderisasi-sebagai-ruang-bertumbuh-dan-merawat-kebersamaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/penutupan-diklat-xxvii-ukm-seni-religius-tegaskan-makna-kaderisasi-sebagai-ruang-bertumbuh-dan-merawat-kebersamaan\/","title":{"rendered":"Penutupan Diklat XXVII UKM Seni Religius Tegaskan Makna Kaderisasi sebagai Ruang Bertumbuh dan Merawat Kebersamaan"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"24651\" class=\"elementor elementor-24651\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3f6d15c3 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"3f6d15c3\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-38e9ffcf elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"38e9ffcf\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kemahasiswaan Universitas \u2014<\/strong> Proses kaderisasi dalam organisasi mahasiswa tidak dapat dipahami sekadar sebagai agenda formal untuk merekrut anggota baru. Lebih dari itu, kaderisasi menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan nilai kebersamaan, serta proses belajar kolektif yang menentukan arah budaya organisasi di masa mendatang. Perspektif tersebut tercermin dalam kegiatan Penutupan Diklat XXVII UKM Seni Religius UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilaksanakan pada Jumat, 15 Mei 2026 di Ruang Sidang Gedung SC UIN Malang.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.30 hingga 17.00 WIB ini diikuti oleh 41 peserta sebagai bagian akhir dari rangkaian proses pembinaan dan pengkaderan anggota baru UKM Seni Religius. Penutupan diklat tidak hanya menjadi momentum pengumuman kelulusan peserta, tetapi juga ruang refleksi atas proses panjang yang telah dilalui selama kegiatan berlangsung.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam prosesi tersebut, peserta menjalani pembaiatan sebagai simbol pengesahan sekaligus komitmen moral untuk menjadi bagian dari keluarga besar UKM Seni Religius. Pembaiatan dimaknai bukan hanya sebagai seremoni organisasi, melainkan penguatan tanggung jawab untuk menjaga nilai kebersamaan, solidaritas, dan budaya saling mendukung di lingkungan organisasi.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-24654 alignright\" src=\"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/SR2-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/SR2-300x225.jpeg 300w, https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/SR2-1024x769.jpeg 1024w, https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/SR2-768x576.jpeg 768w, https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/SR2-1536x1153.jpeg 1536w, https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/SR2-16x12.jpeg 16w, https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/SR2.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Ketua UKM Seni Religius, M. Za\u2019im Izzaty, menegaskan bahwa proses berorganisasi harus dipahami sebagai ruang bertumbuh bersama, bukan sekadar menjalankan program kerja secara administratif. Menurutnya, keberagaman karakter dalam organisasi justru menjadi kekuatan yang harus dirawat melalui komunikasi dan rasa saling memiliki.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerproses bukan hanya sekadar acara ditunaikan lalu laporan, tetapi bagaimana setiap individu dapat saling menghidupi dan saling mengingatkan. Kebersamaan, keberagaman karakter, dan persaudaraan harus tetap dirawat bersama,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengingatkan bahwa dinamika organisasi merupakan bagian yang tidak dapat dihindari dalam proses bertumbuh. Namun, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan menjadi hal penting agar organisasi tetap mampu berjalan secara sehat dan produktif.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Suasana penutupan berlangsung hangat dan reflektif. Tidak sedikit peserta yang memaknai kegiatan tersebut sebagai awal dari perjalanan baru dalam membangun relasi, solidaritas, dan proses pembelajaran di lingkungan organisasi mahasiswa. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kultur organisasi yang tidak hanya aktif secara program, tetapi juga kuat secara emosional dan sosial.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksanaan Diklat XXVII UKM Seni Religius sekaligus menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun ruang pendidikan nonformal di lingkungan kampus. Melalui proses kaderisasi yang humanis dan berbasis nilai, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk aktif berorganisasi, tetapi juga belajar memahami makna tanggung jawab, empati, dan keberlanjutan relasi sosial.<\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:<br \/>Instagram\/FB\/TikTok: @kemahasiswaanuinmlg<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemahasiswaan Universitas \u2014 Proses kaderisasi dalam organisasi mahasiswa tidak dapat dipahami sekadar sebagai agenda formal untuk merekrut anggota baru. Lebih dari itu, kaderisasi menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan nilai kebersamaan, serta proses belajar kolektif yang menentukan arah budaya organisasi di masa mendatang. Perspektif tersebut tercermin dalam kegiatan Penutupan Diklat XXVII UKM Seni Religius UIN Maulana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24655,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-24651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24651"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24651\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24659,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24651\/revisions\/24659"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24655"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}