MIU Login

UIN Malang Dorong UKM Tingkatkan Prestasi dan Kelola Anggaran Profesional

Kemahasiswaan Universitas – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan menjadi duta kampus dalam pengembangan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam Rapat Sosialisasi Anggaran dan Kegiatan UKM yang digelar pada Jumat, 3 Oktober 2025, di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat Lantai 3.
Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Ketua Tim Pokja Kemahasiswaan, para Pembina UKM, serta pengurus UKM. Agenda utama pertemuan adalah sosialisasi anggaran dan kegiatan UKM, meliputi evaluasi penyerapan anggaran tahun berjalan 2025, kebijakan terkait kegiatan UKM, serta rencana anggaran UKM untuk tahun 2026.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Triyo Supriyatno, menegaskan peran strategis UKM sebagai duta kampus. Ia menekankan pentingnya persiapan perencanaan anggaran yang matang, khususnya terkait anggaran pembinaan UKM tahun 2026. “Anggaran tersebut harus berbasis hitungan rasional, berdasarkan prestasi yang diraih, jumlah anggota yang dibina, dan indikator lain yang relevan,” ujar Triyo. Ia juga mendorong agar penyerapan anggaran UKM tepat sasaran dan tidak ragu mencontoh praktik terbaik dari kampus lain. Untuk memaksimalkan program kerja, Triyo menyarankan evaluasi berkala di masing-masing UKM. Selain itu, ia mengingatkan agar UKM selalu menjaga kebersihan dan ketertiban kantor, karena kampus akan memberikan reward bagi kantor UKM yang paling bersih dan tertib.
Menanggapi permasalahan anggaran, Ketua Tim Pokja Kemahasiswaan, Romi Faslah, menyampaikan kabar baik. Anggaran UKM, yang sebelumnya sempat terimbas kebijakan efisiensi, akan dikembalikan ke angka semula sebesar Rp40 juta. Rinciannya adalah Rp25 juta untuk anggaran operasional dan Rp15 juta untuk anggaran delegasi perlombaan. “Untuk tahun 2026, jumlah anggaran UKM akan dimusyawarahkan bersama di tingkat pimpinan, dengan mempertimbangkan prestasi UKM, jumlah anggota, dan tingkat penyerapan anggaran tahun 2025. Prinsip reward and punishment akan kami terapkan,” jelas Romi.
Romi juga menyoroti masih banyaknya UKM yang belum menyerap anggarannya untuk tahun 2025, khususnya pada pos delegasi perlombaan dan operasional. Ia berharap agar seluruh UKM dapat menyerap habis anggarannya paling lambat November 2025.
Selain masalah anggaran, beberapa poin penting terkait kegiatan UKM juga disampaikan. Sesuai SK Dirjen Pendis Nomor 3814 Tahun 2024, kini terdapat wadah resmi di tingkat fakultas berupa Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) sesuai dengan bidang akademik, seperti komunitas debat bahasa, debat konstitusi, atau robotika. UKM juga diimbau untuk memanfaatkan kuota pemeriksaan kesehatan gratis dari Klinik UIN Malang, yang menyediakan 60 kuota setiap hari, guna memenuhi persyaratan kesehatan bagi peserta kegiatan outdoor.
Yang tak kalah penting, Romi Faslah mengingatkan agar kegiatan UKM tidak menggunakan pola-pola kekerasan, perpeloncoan, bullying, dan pelecehan seksual, yang dapat mengganggu kesehatan jasmani dan mental peserta. Demi faktor keamanan dan keselamatan, UKM juga dilarang keras berkegiatan di pantai atau tempat lain yang berpotensi berbahaya.
Rapat sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi seluruh UKM UIN Malang untuk mengelola anggaran secara akuntabel, merencanakan kegiatan yang inovatif, dan terus meningkatkan prestasi sembari memastikan keamanan serta kenyamanan seluruh anggotanya.

 

Berita Terkait