Kemahasiswaan Uniersitas - Hujan dan cuaca dingin Wana Wisata Winong tak menyurutkan semangat 35 peserta Diklat Lapangan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Berlangsung pada 1–2 November 2025, kegiatan ini menjadi ajang pembuktian materi sekaligus prosesi sakral pembaiatan anggota baru KSR PMI.
Setelah rampung dengan teori di Diklat Forum sebelumnya, kini para peserta diterjunkan langsung ke medan simulasi. Ketua UKM KSR PMI, Moch. Ardian Fahrisyam, mengungkapkan bahwa meskipun sempat ada penyesuaian jadwal karena faktor cuaca, semangat panitia dan peserta tetap membara.
“Alhamdulillah, secara umum acara terlaksana tanpa banyak kendala. Teman-teman panitia sportif dan kompak, jadi semuanya berjalan lancar,” ujar Ardian.
Kegiatan dua hari ini dipadatkan dengan materi praktik, terutama pada sesi Kesehatan Lapangan (Keslap). Di sinilah keunikan acara ini terlihat. Para peserta ditantang untuk menghadapi skenario situasi darurat dan penanganan bencana yang disimulasikan secara realistis, menguji ketangkasan dan pengetahuan mereka sesuai standar prosedur KSR PMI.
"Sesi Keslap ini kunci. Kami ingin mereka siap mental dan terampil saat benar-benar dibutuhkan di lapangan," tambah Ardian.
Malam harinya, suasana tegang berubah menjadi hangat dan penuh keakraban dalam sesi "Pesta Rakyat". Sesi ini diisi dengan pentas kreativitas dari para peserta yang menampilkan bakat unik mereka, mencairkan suasana setelah seharian penuh berlatih keras.
Puncak acara yang paling ditunggu adalah prosesi pembaiatan. Momen sakral ini menjadi penanda resmi bahwa 35 peserta tersebut kini telah menjadi bagian utuh dari keluarga besar KSR PMI UIN Malang.