MIU Login

Regenerasi Kepemimpinan Berintegritas, HMPS Hukum Tata Negara UIN Malang Gelar Open Recruitment 2026

Kemahasiswaan UniversitasHimpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Open Recruitment dan Wawancara Calon Pengurus Periode 2026 pada Minggu (8/2/2026) pukul 08.00–14.00 WIB di Gedung B. Kegiatan ini diikuti oleh 60 mahasiswa sebagai bagian dari proses kaderisasi dan regenerasi kepengurusan organisasi mahasiswa di tingkat program studi.

Pelaksanaan seleksi dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menghadirkan kepengurusan yang profesional, berintegritas, dan berlandaskan nilai keilmuan hukum tata negara. Berdasarkan data pendaftar, minat mahasiswa tergolong cukup positif, yakni 60 dari 164 mahasiswa baru (36,6%) serta 20 dari 200 mahasiswa angkatan 2024 (10%). Angka tersebut menunjukkan bahwa HMPS masih menjadi ruang strategis bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri dan kapasitas kepemimpinan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan sesi wawancara oleh tim pewawancara. Dalam proses seleksi, peserta diminta memaparkan motivasi bergabung serta minat divisi yang dipilih. Sebagai ciri khas seleksi di Prodi Hukum Tata Negara, peserta juga diberikan pertanyaan mengenai hirarki peraturan perundang-undangan guna menguatkan identitas akademik dan karakter keilmuan yang menjadi fondasi organisasi.

Ketua HMPS Hukum Tata Negara 2026, Lutfhi Maulana Ishak yang bertindak sebagai pewawancara bersama Wakil Ketua Muhammad Rafa Arabiey menyampaikan bahwa proses seleksi ini tidak hanya menilai aspek organisatoris, tetapi juga kedalaman pemahaman akademik. “Minat mahasiswa yang cukup tinggi ini menjadi bukti bahwa HMPS Hukum Tata Negara masih relevan sebagai ruang pengembangan diri. Pengetahuan dasar-dasar hukum kami jadikan sebagai identitas agar regenerasi pengurus tetap berlandaskan nilai keilmuan,” ujarnya.

Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Malang, Romi Faslah turut mengapresiasi pelaksanaan open recruitment yang mengedepankan kualitas dan integritas. Ia menegaskan bahwa proses kaderisasi yang sistematis dan berbasis kompetensi akademik merupakan langkah penting dalam membangun organisasi mahasiswa yang amanah, adaptif, serta mampu berkontribusi secara konstruktif bagi penguatan budaya akademik di lingkungan kampus.

Berita Terkait