MIU Login

HMPS Akuntansi Dorong Budaya Komunikasi Progresif Lewat Upgrading Public Speaking

Kemahasiswaan Universitas — Kualitas organisasi mahasiswa tidak lagi cukup diukur dari banyaknya program kerja yang dijalankan. Kemampuan membangun komunikasi yang sehat, keberanian menyampaikan gagasan, serta kesiapan menghadapi ruang publik kini menjadi penentu arah organisasi yang progresif. Kesadaran tersebut mendorong HMPS Akuntansi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Upgrading Public Speaking bertema “Membangun Kepercayaan Diri dan Komunikasi Efektif untuk Organisasi yang Lebih Progresif” pada Minggu, 3 Mei 2026, di Ruang Auditorium 1 Fakultas Ekonomi.

Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan yang difokuskan pada penguatan kapasitas personal dan komunikasi organisasi. Tema yang diangkat merefleksikan kebutuhan organisasi mahasiswa saat ini, di mana kompetensi berbicara di depan publik menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan, relasi kerja, hingga pengambilan keputusan kolektif.

Di lingkungan kampus, persoalan komunikasi kerap menjadi hambatan laten dalam dinamika organisasi. Banyak gagasan berhenti di ruang diskusi internal karena minim keberanian menyampaikan pendapat. Situasi tersebut berimplikasi pada rendahnya partisipasi anggota serta lemahnya kolaborasi tim. Melalui upgrading ini, HMPS Akuntansi mencoba membangun kultur organisasi yang lebih terbuka, komunikatif, dan adaptif terhadap tantangan kelembagaan mahasiswa.

Materi disampaikan oleh Fitra Abdillah Sulha yang menyoroti pentingnya proses dalam membangun rasa percaya diri. Menurutnya, keberanian berbicara lahir dari konsistensi mencoba dan keterlibatan aktif dalam dinamika organisasi. “Kepercayaan diri bukan sesuatu yang datang secara instan, melainkan dibangun melalui proses, pengalaman, dan keberanian untuk terus mencoba. Mahasiswa harus berani menyampaikan gagasan serta aktif dalam setiap dinamika organisasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa komunikasi efektif bukan sekadar kemampuan menyampaikan pesan, melainkan kecakapan memahami orang lain dan membangun kerja sama yang sehat. Perspektif tersebut memperlihatkan bahwa public speaking memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar teknik berbicara. Ada unsur empati, pengendalian diri, serta kemampuan membaca situasi sosial yang menjadi fondasi kepemimpinan mahasiswa.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Pola ini memperlihatkan perubahan pendekatan pembinaan organisasi mahasiswa yang mulai bergerak dari model satu arah menuju ruang belajar partisipatif. Mahasiswa didorong untuk terlibat, berpikir kritis, dan membangun keberanian menyampaikan pandangan secara terbuka.

Ketua HMPS Akuntansi 2026, Ajeng Ayu Restu Islami, memandang upgrading ini sebagai langkah penguatan kualitas internal organisasi. Pengembangan kemampuan komunikasi dinilai penting agar anggota mampu menjalankan peran organisasi secara profesional sekaligus membangun citra kelembagaan yang lebih baik di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, HMPS Akuntansi menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang pembentukan karakter yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, dan menyampaikan ide secara efektif menjadi bekal penting bagi mahasiswa, baik di ranah akademik maupun sosial. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kontribusi organisasi kemahasiswaan dalam mendukung tridarma perguruan tinggi melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang lebih adaptif dan progresif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait