Kemahasiswaan Universitas – Tuntutan perguruan tinggi saat ini tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga individu yang memiliki empati sosial dan kepedulian terhadap masyarakat. Dalam praktiknya, kegiatan organisasi mahasiswa sering kali berpusat pada aktivitas internal kampus tanpa menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian. Kondisi tersebut menuntut adanya pembaruan cara pandang agar organisasi mahasiswa mampu menghadirkan kontribusi sosial yang nyata sekaligus menjadi ruang pembelajaran karakter bagi para anggotanya.
Semangat tersebut mendorong kru SIMFONI FM menginisiasi program Saluran Bantuan Sosial Ramadhan yang berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 14.00 WIB di Panti Jompo KNDJH. Kegiatan ini melibatkan 17 kru SIMFONI FM yang menyalurkan donasi hasil kontribusi para pendengar setia yang dikenal sebagai Sobat Muda serta partisipasi para kru. Penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis kepada pengurus panti sebagai bentuk dukungan bagi para lansia yang tinggal di sana. Setelah penyerahan donasi, para kru melanjutkan kegiatan dengan menyapa dan berbincang bersama para penghuni panti, menghadirkan suasana hangat yang mempererat hubungan kemanusiaan antara mahasiswa dan masyarakat.
Ketua SIMFONI FM, Adinda Dian Istiqomah, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan pihak panti serta berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para lansia. Ia menyampaikan, “Terima kasih telah menyambut kami dengan hangat dan sangat baik, semoga saluran bantuan sosial ini bisa bermanfaat untuk kakek nenek di sini.” Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada upaya membangun hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memandang kegiatan sosial seperti ini sebagai bagian penting dari penguatan pembinaan mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada aktivitas organisasi di dalam kampus. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemanusiaan mampu menumbuhkan empati, tanggung jawab sosial, serta kesadaran bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan semacam ini juga dinilai mampu memperkuat nilai kepemimpinan dan solidaritas sosial yang menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.
Gerakan yang dilakukan SIMFONI FM di Panti Jompo KNDJH membawa pesan yang lebih luas tentang arah baru kehidupan organisasi mahasiswa. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya menjadi ruang aktivitas internal, tetapi juga sarana membangun solidaritas sosial. Dari ruang sederhana di panti jompo tersebut lahir kesadaran bahwa transformasi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa menghadirkan empati dan kepedulian dalam tindakan nyata bagi sesama.





